Jakarta (pilar.id) – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meluruskan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menilai peresmian pembangunan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimulai sejak rezim ayahnya, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurut Emil, tidak ada maksud AHY untuk mengklaim 70 persen Presiden Jokowi adalah jasanya Presiden SBY. Ia berani menjamin pernyataan AHY tidak bermaksud menyinggung Presiden Jokowi karena dirinya kebetulan sedang berada di lokasi tempat AHY berbicara.
“Yang sebenarnya begini, ada proyek, sudah direncanakan, sudah dianggarkan, sudah dijalankan hingga 70 persen, kemudian berlanjut ganti kepemimpinan, terus selesai. Jadi tidak ada klaim bahwa 70 persen program Presiden Jokowi itu semuanya atas jasa Pak SBY. Itu tidak ada,” kata Emil di Kantor Badan Penghubung Pemprov Timur, Jalan Pasuruan, Menteng, Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Di satu sisi, menurut Wakil Gubernur Jawa Timur itu, pernyataan AHY ditujukan kepada pihak-pihak yang mengatakan bahwa SBY tidak berbuat apa-apa selama menjabat sebagai presiden.
Emil juga mengatakan bahwa dirinya juga menjadi salah satu saksi bahwa Presiden SBY banyak melakukan terobosan-terobosan. Misalnya saja soal penjaminan infrastruktur, pendirian lembaga pembiayaan infrastruktur, hingga perumusan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pembebasan Lahan.
Akan tetapi sekali lagi dia menegaskan bahwa pernyataan AHY itu bukan ditujukan kepada Presiden Jokowi.
“Saya sebagai saksi, saya harus sampaikan, tidak ada kata-kata itu (mengatakan pembangunan di era Jokowi 70 persen kerjaan SBY), saya dengar. Enggak ada yang bilang 70 persen infrastruktur Presiden Jokowi gara-gara Pak SBY. Enggak ada yang bilang,” tegasnya.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merespons sindiran Ketua Umum Partai Demokrat AHY perihal peresmian pembangunan di masa pemerintahan Presiden Jokowi itu dimulai sejak rezim sang ayah, SBY. Moeldoko mengaku siap membuka data pembangunan yang dilakukan di era Jokowi.
Moeldoko menyebut, semua pembangunan infrastruktur pada masa Kepemimpinan Jokowi itu ada datanya. Menurutnya, harus ada penyesuaian data yang dimilikinya dengan yang disampaikan AHY supaya tidak menjadi masalah panjang.
“Itu bisa diperbandingkan, supaya ini clear,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (19/9/2022).
Moeldoko lantas bertanya-tanya, mengapa harus membandingkan era Jokowi dengan rezim SBY karena setiap pembangunan itu sudah tercatat dalam data negara. Bahkan, ia tidak segan bakal membuka data tersebut.
“Ada datanya kok, kenapa harus membandingkan. Nanti datanya KSP yang akan rilis,” ujarnya. (her/din)








