Jakarta (pilar.id) – Dalam persiapan menghadapi debat kedua calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2024, Sekretaris Jenderal Gibran Center, Fathul Nugroho, mengungkapkan bahwa calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka, akan membahas pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Fathul menjelaskan bahwa Gibran akan menyoroti aspek penguasaan teknologi digital, pengembangan infrastruktur digital, serta perlindungan dan keamanan data dalam ekosistem digital, terutama untuk kalangan milenial dan generasi Z.
“Gibran telah menguasai masalah dan solusi untuk masyarakat berkat pengalaman memecahkan persoalan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Kota Surakarta, Jawa Tengah,” ujar Fathul.
Sebagai mantan Wali Kota Surakarta, Gibran telah membuktikan keberhasilannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kota tersebut pada tahun 2022 sebesar 6,25 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, tingkat kemiskinan di Kota Surakarta juga tercatat lebih rendah dari tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Tengah dan nasional.
Fathul menambahkan bahwa Gibran juga akan membahas berbagai program, termasuk inkubasi kewirausahaan, kredit startup milenial, Program SantriPreneur untuk pesantren dalam menciptakan pengusaha muda, serta pentingnya industrialisasi dan hilirisasi dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Dalam pandangan Fathul, Gibran akan tampil memukau dan memberikan kejutan dalam debat kedua berkat latar belakangnya sebagai pengusaha dan kepala daerah. Ia berharap debat ini menjadi ajang adu gagasan, ide, dan inovasi bagi kemajuan bangsa.
“Debat kedua ini seharusnya menjadi forum untuk menyampaikan ide dan gagasan, jangan melebar ke isu lain yang tidak sesuai dengan tema debat,” tambahnya.
Debat kedua calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2024 di Jakarta akan berfokus pada tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN dan APBD, infrastruktur, dan perkotaan. (hdl)








