Jakarta (pilar.id) – Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). Adapun agenda fit and proper test hari ini adalah penyampaian visi dan misi.
Diketahui ada dua nama yang diajukan, yakni Johanes Tanak dan I Nyoman Wara. Keduanya akan memperebutkan satu kursi jabatan di KPK, untuk menggantikan eks Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar.
“Kita beri kesempatan kepada yang terhormat I Nyoman Wara untuk memberikan tambahan kenalan,” ujar Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto, Rabu (28/9/2022).
Pada kesempatan tersebut, Nyoman menyampaikan tentang trilogi pemberantasan korupsi. Ia juga menyampaikan ada perbedaan mendasar antara fit and pro hari ini dengan 3 tahun yang lalu pernah disampaikan Nyoman di depan Komisi III DPR.
“Ini lebih menyeluruh tentang KPK, tidak hanya SDM KPK,” kata Nyoman.
Nyoman mengatakan, penindakan kasus korupsi oleh institusi penegak hukum secara tren cenderung fluktuatif dan tidak terlalu banyak sejak 2015 hingga 2021. Namun, dari sisi jumlah kerugian negara justru mengalami peningkatan tajam.
“Jumlah kerugian negara yang ditangani meningkat tajam di 2020 dan 2021, ini cukup menjadi perhatian kita ke depan,” kata dia.
Ia mengatakan, yang dimaksud dengan trilogi pemberantasan korupsi ialah pembangunan kesadaran anti korupsi. Kemudian penguatan sistem pencegahan dan penindakan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Korupsi itu terjadi karena adanya tekanan, karena ada kesempatan, dan ada rasionalisasi dari pelaku,” kata Nyoman. (ach/hdl)










