Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Jual Popularitas, Jalan Instan Parpol untuk Menarik Perhatian jelang Pemilu 2024

Jual Popularitas, Jalan Instan Parpol untuk Menarik Perhatian jelang Pemilu 2024

Politik Moh. Usman31 Mei 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Adrian Wijanarko, Direktur Penelitian Paramadina Public Policy (PPPI)
Adrian Wijanarko, Direktur Penelitian Paramadina Public Policy (PPPI)

Jakarta (pilar.id) – Banyaknya artis nasional diajukan sebagai calon anggota legislatif dan menjadi perhatian publik. Menurut Adrian Wijanarko, Direktur Penelitian Paramadina Public Policy (PPPI), pencalonan tokoh publik dalam pesta demokrasi adalah proses instan dan tidak memberikan dampak positif pada demokrasi itu sendiri.

Adrian menjelaskan, “Saat ini banyak partai politik yang memilih cara ‘instan’ untuk menarik perhatian masyarakat. Mereka lebih fokus pada popularitas daripada menjual ide-ide. Ini merupakan jalan pintas untuk mendapatkan suara terbanyak”.

Sebanyak 10 partai politik telah mendaftarkan tokoh publik sebagai calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan partai politik dengan jumlah nama artis terbanyak dalam bursa calon legislatif Pemilu 2024. Selain PAN, Partai PDIP, Perindo, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, Golkar, PSI, dan PKS juga mendaftarkan tokoh publik ke KPU.

Strategi ini terbukti sukses pada pemilu sebelumnya. Beberapa tokoh publik berhasil terpilih menjadi anggota dewan atau pejabat daerah. Namun, Adrian mengungkapkan bahwa ini adalah pendekatan yang tidak berkelanjutan dan tidak memberikan nilai yang signifikan bagi demokrasi.

Adrian membandingkan pemilu dengan kontes kecantikan. Kontes kecantikan hanya menekankan pada penampilan fisik dan popularitas kontestan, sedangkan demokrasi berkaitan dengan masa depan kehidupan masyarakat.

“Memilih berdasarkan popularitas adalah tindakan yang tidak masuk akal. Popularitas seharusnya menjadi pertimbangan terakhir dalam memilih wakil rakyat. Latar belakang, program, dan kebijakan yang diusung harus menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan umum,” ungkap Adrian.

Baca Juga  Bawaslu Kulon Progo Buka Pendaftaran untuk 36 Posisi Panwaslu Kecamatan

Gagasan Marketing Politik

Adrian juga merujuk pada pembahasan Firmanzah dalam bukunya “Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas”, yang mengaitkan fenomena publik figur dalam politik Indonesia dengan konsep pemasaran politik.

Menurut Firmanzah, ide-ide politik seperti gagasan, isu politik, ideologi partai, karakteristik pemimpin partai, dan program kerja memerlukan strategi agar diterima oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, konsep pemasaran politik menjadi penting dalam kegiatan partai politik.

Adrian menyatakan bahwa kegiatan pemasaran politik yang dilakukan oleh partai politik merupakan hal positif karena dapat memperkenalkan ide-ide politik yang diterima oleh masyarakat dan menciptakan suasana demokratis.

Namun, marketing politik juga dapat berpotensi negatif. Partai politik dapat menggunakan kegiatan pemasaran tanpa memiliki ide atau gagasan yang jelas.

Ketika tidak ada ide atau gagasan yang jelas, masyarakat merasa tidak puas terhadap tokoh yang dipilih dalam pemilu. Akibatnya, rasa apatis terhadap kegiatan demokrasi dapat meningkat dalam jangka panjang.

“Partai politik yang menggunakan popularitas publik figur sebagai strategi pemasaran untuk mendapatkan suara sebenarnya tidak memiliki ide atau gagasan yang jelas. Hal ini berbeda jika publik figur tersebut sudah melalui proses kaderisasi partai yang berkelanjutan,” jelas Adrian.

Adrian menjelaskan bahwa pemasaran politik harus didasarkan pada ide politik yang ditawarkan. Tanpa ide politik yang jelas, kegiatan pemasaran tidak akan efektif. Pemasaran yang hanya mengandalkan popularitas tidak memadai.
Terlebih lagi, publik figur yang diajukan dalam pemilihan umum cenderung direkrut secara praktis, bukan melalui proses kaderisasi partai yang terstruktur.

Baca Juga  Gaji Pantarlih Bukan Gaji Bulanan, Berikut Ini Penjelasan KPU

Nilai Demokrasi

Adrian menawarkan beberapa solusi untuk mengatasi fenomena ini. Solusi pertama adalah melakukan penelusuran informasi secara mendalam tentang calon wakil rakyat. Pastikan bahwa calon yang dipilih memiliki program yang baik dan tidak hanya mengandalkan popularitas semata.

“Jika tidak memiliki waktu untuk mengikuti semua kegiatan pemilu, setidaknya lakukan pencarian informasi melalui sumber-sumber yang tersedia, seperti Google. Ini tidak akan memakan waktu lama.”

Solusi kedua adalah meningkatkan literasi demokrasi di kalangan masyarakat. Dengan meningkatkan literasi demokrasi, kualitas demokrasi yang dihasilkan akan lebih baik.

Adrian menambahkan bahwa memilih berdasarkan popularitas tidak akan memberikan solusi untuk permasalahan yang ada. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjadi pemilih yang cerdas dalam proses demokrasi.

“Kita perlu menciptakan situasi di mana diskusi politik dan demokrasi adalah kegiatan yang normal dalam masyarakat dan keluarga. Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dan harus dihargai. Kedewasaan dalam menghadapi perbedaan adalah penting untuk meningkatkan literasi demokrasi di masyarakat,” ungkap Adrian.

“Jika kita memilih demokrasi sebagai cara terbaik untuk menjalankan negara, maka peningkatan pengetahuan tentang demokrasi itu sendiri perlu dilakukan secara berkala kepada masyarakat,” pungkas Adrian. (usm/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

calon legislatif KPU Partai Politik Pemilu 2024

Berita Lainnya

PSU Papua berlangsung aman dan lancar. KPU berharap dukungan semua pihak agar tidak terjadi PSU ulang

PSU Papua Berlangsung Lancar dan Aman, KPU Harap Tidak Ada Pengulangan Lagi

6 Agustus 2025
Ilustrasi politik uang (foto: Generatif AI)

Perludem Soroti Maraknya Politik Uang dan Lemahnya Sosialisasi pada PSU Pilkada 2024

3 Mei 2025
Ilustrasi AI yang mendominasi kampanye (foto: Generatif AI)

Pemilu 2029 Diprediksi Bakal Dibanjiri Kampanye Digital Berbasis AI

26 Januari 2025
Wijayanto, Ph.D., Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro

Pasukan Siber Perkuat Polarisasi Politik di Pemilu 2024, Pakar Sebut Ancaman Bagi Demokrasi

13 Desember 2024
Wamendagri Bima Arya Sugiarto

Wamendagri Bima Arya Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Capai 80 Persen

27 November 2024
Pemkot Surabaya bersama KPU dan Bawaslu menertibkan APK di seluruh kota

Masa Tenang Pilkada 2024, Pemkot Surabaya Bersama KPU dan Bawaslu Tertibkan APK

25 November 2024

Kapolres Pamekasan Pastikan Keamanan KPU dan Gudang Logistik untuk Pilkada 2024

18 Oktober 2024

Polres Madiun Siagakan Personel 24 Jam untuk Amankan Gudang Logistik KPU Jelang Pemilu 2024

15 Oktober 2024
Anggota KPU RI Idham Holik

Pilkada 2024: 1.467 Bakal Pasangan Calon Resmi Mendaftar di KPU

31 Agustus 2024
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.