Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. Melalui sejumlah inisiatif, akses layanan literasi yang tersebar di Kota Pahlawan semakin mudah dijangkau. Hasilnya, total kunjungan ke Perpustakaan Umum dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sepanjang tahun 2023 mencapai angka luar biasa, yaitu 824.790 pengunjung.
Mia Santi Dewi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, menyatakan bahwa jumlah kunjungan tersebut mencakup Perpustakaan Umum di Balai Pemuda dan Perpustakaan Rungkut Asri Tengah Surabaya, serta sekitar 500 TBM dan 400 pojok baca yang tersebar di berbagai penjuru kota, termasuk mobil keliling dan layanan lainnya.
Data kunjungan tiap bulan selama tahun 2023 dipaparkan oleh Mia, dengan puncak kunjungan terjadi pada bulan Maret dengan 84.882 pengunjung. Mia juga menjelaskan bahwa mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, umum, mahasiswa, dan bahkan TNI/Polri.
“Posisi keempat yang paling banyak mengunjungi perpustakaan umum dan TBM adalah dari kalangan TNI/Polri dengan jumlah mencapai 9.565 orang,” ujar Mia.
Keberhasilan ini sejalan dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) warga Surabaya, yang merupakan yang tertinggi se-Jawa Timur menurut survei Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur. TGM Surabaya mencapai 80,3 poin, menjadikannya satu-satunya kota dengan kategori “Sangat Tinggi” di Jawa Timur.
Mia menyatakan, “Ini menunjukkan bahwa upaya kami untuk meningkatkan minat baca dan kegemaran membaca warga berhasil.”
Selain itu, survei tersebut menunjukkan bahwa durasi membaca warga Surabaya juga berada pada level “sangat tinggi,” yaitu sekitar 3 jam per hari, melebihi rata-rata warga Jawa Timur yang berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit.
Dispusip Surabaya tidak hanya menyediakan koleksi buku bacaan, tetapi juga berbagai kegiatan dan layanan untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat menarik. Mia menekankan bahwa mereka terus menambah jumlah koleksi buku dan berbagai kegiatan menarik untuk pengunjung.
“Kita memiliki banyak koleksi buku, mulai dari filsafat, psikologi, agama, sosial, bahasa, hobi hingga ilmu terapan. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang kita siapkan menjadi daya tarik bagi pengunjung,” pungkas Mia. (rio/ted)










