Jakarta (pilar.id) – Aris Pribadi, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Jakarta Barat mengatakan, sejak 31 Januari 2022 lalu, pihaknya merawat 90 pasien Covid-19.
Dijelaskan, pasien-pasien yang sedang menjalani perawatan ini memiliki gejala berat hingga kritis sehingga membutuhkan penanganan prioritas.
“Kita fokuskan penanganan pada gejala berat,” kata Aris di Jakarta, Rabu (2/2/2022). Kondisi RSUD Cengkareng, lanjut dia, tidak sedang kekurangan tempat tidur rawat inap. Lantaran kapasitas bed yang tersedia sebanyak 115 unit.
Diungkapkan Aris, kapasitas tersebut masih cukup untuk menampung pasien mengingat peningkatan pasien per hari tidak meningkat secara signifikan.
Namun demikian, manajemen RSUD Cengkareng tetap melakukan persiapan guna menghadapi potensi lonjakan jumlah pasien Covid-19 secara drastis.
“Upaya antisipasi, pengkajian kenaikan pasien realtime per hari, penambahan bed baik IGD dan rawat inap dan membuka kebutuhan relawan SDM,” jelasnya.
Ia berharap, warga tetap menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas sehingga agar penyebaran Covid-19 tetap terkendali. Dengan demikian, jumlah pasien secara perlahan bisa berkurang.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat sudah melakukan beberapa upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Selain mengimbau warga untuk taat protokol kesehatan, pihak Pemkot juga tengah gencar menggelar vaksinasi tahap tiga atau booster.
Saat ini Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat telah membuat gerai vaksin di setiap kecamatan. Per hari, pihak Suku Dinas menargetkan untuk memvaksin 300 warga di setiap kecamatan. (ade/hdl/antara)









