Jakarta (pilar.id) – Sejumlah masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell. Padahal, minat konsumen terhadap produk Shell di Indonesia terus meningkat karena dianggap menawarkan kualitas tinggi, performa optimal, serta layanan tambahan yang menarik.
Shell Indonesia melalui akun resmi Instagramnya mengumumkan bahwa beberapa produk BBM jenis bensin saat ini tidak tersedia di sejumlah SPBU hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Meski demikian, konsumen masih bisa mendapatkan layanan lain seperti Shell Select, Shell Recharge, bengkel, serta pelumas Shell. Produk Shell V-Power Diesel juga masih tersedia di jaringan SPBU.
Dalam keterangannya, Shell menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan produk BBM di Indonesia. Konsumen juga diarahkan untuk mengecek ketersediaan produk melalui situs resmi Shell Indonesia atau aplikasi Shell Asia.
Respons Pemerintah
Menanggapi situasi ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan BBM nasional tetap aman. Ia menyebut, badan usaha swasta penyedia BBM, termasuk Shell dan BP-AKR, dapat bekerja sama secara business to business (B to B) dengan PT Pertamina (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pasokan.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah menambah kuota impor BBM sebanyak 10% pada tahun 2025 khusus bagi badan usaha swasta. Dengan kebijakan ini, seharusnya tidak ada kelangkaan BBM di dalam negeri.
“Kuota impor BBM tahun ini sudah ditambah 10% dibanding 2024. Jadi stok nasional cukup, dan badan usaha bisa berkolaborasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Rabu (17/9/2025).
Konsumen Masih Menaruh Harapan
Meski harga BBM Shell relatif lebih mahal dibandingkan pesaingnya, banyak pengguna kendaraan tetap memilih Shell karena kualitasnya. Produk seperti Shell Super dan V-Power dirancang dengan formula canggih yang mampu memberikan pembakaran lebih sempurna, efisiensi bahan bakar lebih baik, serta membantu menjaga kondisi mesin.
Dengan komitmen pemerintah menjaga ketersediaan stok serta upaya Shell dalam memperbaiki distribusi, konsumen berharap kelangkaan ini hanya bersifat sementara dan layanan SPBU Shell bisa kembali normal dalam waktu dekat. (mad/hdl)







