Jakarta (pilar.id) – Presiden Joko Widodo telah meminta kepada Tim gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan agar menyelesaikan ivestigasi kurang dari satu bulan.
Namun, Ketua TGIF Kanjuruhan, Mahfud MD memberikan target agar investigasi tersebut bisa selesai dalam kurun waktu dua pekan. Perintah tersebut disampaikan oleh Mahfud MD yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, saat melakukan rapat bersama para anggota TGIPF pada Selasa (4/10/2022) malam.
Lebih lanjut, anggota TGIPF Kanjuruhan yang juga mantan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif menyatakan bahwa hasil investigasi nantinya tidak hanya akan memberikan informasi terkait penelusuran Tragedi Kanjuruhan.
Namun, TGIPF juga akan memberikan rekomendasi perbaikan tata kelola sepak bola nasional.
“Pertemuan ini membahas kesedihan yang luar biasa ini, tetapi diharapkan rekomendasinya itu bukan hanya untuk kasus ini saja, tetapi perbaikan sepakbola Indonesia ke depan,” kata Laode dalam siaran pers Kemenpora di Jakarta, Rabu (5/10/2022).
“Yang kedua harus ada keadilan bagi para korban. Oleh karena itu, nanti akan ada tim komunikasi tersendiri yang akan ditunjuk. Jadi (pertemuan) malam ini perkenalan dulu dan diharapkan oleh Pak Menko dalam waktu dua pekan selesai,” ujar dia.
Rapat perdana TGIPF membahas penyusunan rencana yang akan dilakukan oleh tim selama dua pekan ke depan. TGIPF berjanji melaksanakan tugasnya dengan transparan dan secepat-cepatnya.
Tim beranggotakan 13 orang itu juga akan bekerja mencari akar masalah Tragedi Kanjuruhan yang merenggut setidaknya 125 jiwa itu. Tak hanya itu, tim tersebut juga akan memberikan rekomendasi sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).
Mahfud sebelumnya pada Senin (3/10/2022) malam mengumumkan TGIPF Tragedi Kanjuruhan dengan dirinya sebagai Ketua Tim dan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali selaku Wakil Ketua Tim serta mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Nur Rochmad selaku sekretaris tim.
Secara keseluruhan TGIPF Tragedi Kanjuruhan berisikan 13 orang termasuk wakil akademisi Rhenald Kasali dari Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sumaryanto, serta Akmal Marhali yang menjadi koordinator Save Our Soccer dan Anton Sanjoyo yang mewakili jurnalis olahraga dari Harian Kompas. (fat)









