Semarang (pilar.id) – Rupanya legenda komposer dan pahlawan Nasional WR Soepratman menuruni bakat musik kepada sang cicit Andrea Putri Turk atau Andrea Turk.
Andrea Turk kini menajadi musisi yang mendunia berkat musikalitasnya mengalir dari WR Soepratman, cicit dari pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ia kini lebih banyak berkiprah berkiprah musik di luar negeri dengan seiring pendidikan yang ia tempuh juga di luar negeri.
Andrea Turk merupakan cicit buyut dari keluarga kakak kandung WR Soepratman, menjadi 1 dari 40 pemenang terpilih untuk mengikuti Martin Garrix Music Academy di Jerman.
Martin Garrix Music Academy merupakan sebuah ajang bergengsi bagi musisi muda yang bakal membekali peserta masuk ke blantika industri musik.
Program 3 hari ini, bakal membekali pesertanya mulai dari branding, bisnis musik, public relations, dan mixing and mastering records.
Andrea yang merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser muda, merasa excited menjadi bagian dari program dan siap membuat gebrakan bareng para talenta berbakat di seluruh dunia.
Sebagai satu-satunya peserta asal Indonesia, Andrea yang kini menginjak 22 tahun dan sedang menempuh S2 di Amerika Serikat, di Berklee College of Music, mengambil jurusan songwriting and productions.
Andrea yang lahir di Jakarta, telah mengikuti kursus intensif di Martin Garrix Music Academy di Amsterdam dari tanggal 26 s.d 30 Maret yang disponsori oleh JBL dan Martin Garrix Academy.
Andrea yang sudah tidak asing lagi di dunia musik pop mempunyai latar belakang vokal klasik sekaligus sebagai penulis lagu handal, yang telah menjuarai Song Academy 2019.
Saat ini Andrea Turk tengah memproduksi lagu lagu genre hyperpop dan memakai alat musik gamelan. Karya-karya Andrea, termasuk 4 Album dan lagu lainnya dapat didengar di semua platform musik.(Aam)







