Jakarta (pilar.id) – Kehadiran Universitas Paramadina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar untuk menghasilkan manusia unggul, yang dibutuhkan dalam pembangunan dan menjawab kompleksitas tantangan masa depan.
Pernyataan ini disampaikan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan, saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-24 Universitas Paramadina yang mengusung tema ‘Kepemimpinan, Kewirausahaan, dan Etika untuk Indonesia Tangguh’ di Jakarta, Senin (11/1/2022).
“Kehadiran Universitas Paramadina tidak dapat dilepaskan dari pemikiran dan gagasan Prof. Nurcholish Madjid yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan SDM,” tambahnya di tengah gelaran dies natalis yang diselenggarakan secara hibrid ini.
Sebagai cendekiawan muslim, lanjutnya, Nurcholis Madjid tidak hanya mengelaborasi isu-isu keislaman, kemodernan dan keIndonesiaan, tapi juga terkait dengan pentingnya sumber daya manusia.
“Elaborasi pemikiran Nurcholish Madjid mengilustrasikan betapa kita memerlukan hadirnya manusia-manusia unggul, manusia yang terbuka, inklusif, toleran, kreatif, dan inovatif, pro kemajuan, sekaligus memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi,” tambahnya.
Sementara Dr. (HC), Drs. HM. Jusuf Kalla (JK), Dewan Pembina Paramadina, dalam orasi ilmiahnya menyatakan pentingnya sumberdaya dan pengelolaan yang berkeadilan.
“Kita mengetahui bahwa bangsa ini sudah 76 tahun dan menghasilkan banyak kemajuan-kemajuan, disamping itu juga banyak yang perlu ditingkatkan dalam bangsa ini diantaranya adalah keadilan,” katanya.
“Tujuan Universitas Paramadina dan lembaga pendidikan lainnya ialah meningkatkan sumber daya manusia agar kita tidak bergantung dari luar. Kita perlu bekerjasama dengan teknologi yang baik agar keadilan dapat tercapai. Keadilan berarti kita semua harus saling menghormati, yang kaya membayar pajak membantu yang kecil yang kecil bekerja baik agar menjadi besar,” jelas mantan wakil presiden RI ini.
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D, di kesempatan yang sama menyatakan, sebagai pusat ilmu dan budaya, Universitas Paramadina senantiasa berupaya untuk berkontribusi dalam memberikan solusi untuk berbagai tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
“Sampainya perjalanan Universitas Paramadina di tahun ke-24 menjadi pencapaian besar yang menunjukkan posisi strategis Universitas Paramadina sebagai penghasil generasi muda Indonesia yang memiliki kedalaman ilmu dan kekuatan akhlak,” tegas Didik.
Kampus ini, tambahnya, terus berupaya mencapai tujuan besar untuk memperkuat peran universitas dalam mendukung bangsa dan negara dalam upaya pemulihan pasca pandemi melalui sektor pendidikan sekaligus memberikan harapan baru untuk mendorong generasi muda untuk menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan, pendidikan sudah seharusnya menjadi jalan yang memerdekakan dari keterlambatan, keterbelakangan dan ketiadaan terlebih bagi perguruan tinggi yang memiliki peran penting dan strategis dalam menjawab masalah bangsa serta meningkatkan daya saing sumberdaya dalam menghadapi era society 5.0.
“Saya sangat mengapresiasi Universitas Paramadina yang sangat dekat dengan saya yang selalu merencanakan dan merumuskan ide-ide besar secara matang dan konsisten sehingga selalu konsisten dan aktual menjawab tantangan generasi baru Indonesia yang memiliki kekuatan dalam kepemimpinan, kewirausahaan, dan memiliki kedalaman akhlakul khalimah,” ungkap Sandiaga.
Ia juga menyinggung, Kemenparekraf dengan perguruan tinggi memerlukan kolaborasi yang optimal dengan unsur pentahelix salah satunya institusi pendidikan. (usm)










