Blitar (pilar.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatatkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pengangguran terbuka SMK di Jawa Timur mengalami penurunan yang menggembirakan.
TPT pada Agustus 2020 dicatatkan BPS sebesar 11,89 persen, dilanjutkan pada Februari 2021 turun menjadi 10,41 persen dan Agustus 2021 kembali turun di angka 9,54 persen.
“Cukup banyak peserta didik SMK kita yang menjadi startup (wirausahawan muda) di masa pandemi Covid-19. Ini semua akan menjadi solusi yang jitu dan tepat, dimana selain mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri, juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain,” jelas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Provinsi Jawa Timur di Gedung Kesenian Aryo Blitar, Kamis (24/3/2022).
Pemprov Jatim, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Khofifah menyampaikan jika hal ini telah ditanamkan sejak dini dengan menyediakan SMK Negeri BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
Dimana saat ini Jawa Timur memiliki SMK Negeri BLUD terbanyak se Indonesia, yakni sejumlah 20 SMK, dan bahkan sedang berproses tambahan 62 SMK negeri lain yang mengajukan untuk menjadi SMK Negeri BLUD.
“Tentunya fokus dari SMK BLUD adalah proses pendidikan, hasil yang didapat atas penjualan barang/jasa tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan belajar mengajar, baik untuk belanja bahan-bahan praktik maupun untuk peningkatan sarana dan prasarana belajar di sekolahnya,” jelas Khofifah.
Khofifah berharap, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi salah satu pemicu pemulihan ekonomi dan menjadi wujud nyata implementasi ekonomi kerakyatan.
Dimana peningkatan penggunaan produk dalam negeri di Jawa Timur pada tahun 2022 ini diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi jawa timur sebesar 5,0 – 5,8 persen.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga sengaja menyempatkan diri menyapa peserta LKS Provinsi Jatim melalui tele conference di beberapa wilayah kerja di Jatim.
Di antaranya yakni Wilayah Kerja 1 SMKN Buduran, Wilayah Kerja 2 SMKN Purwosari, Wilayah Kerja 3 SMKN 2 Malang dan Wilayah Kerja 4 SMKN 1 Madiun Kota.
Tak hanya menyapa secara virtual, usai membuka kegiatan LKS Jatim 2022, Khofifah juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan kategori lomba Computer Numerical Control (CNC)Turning, Computer Numerical Control (CNC) Milling dan Mechanical Enginering CAD yang diikuti oleh 60 peserta di SMK Islam 1 Kota Blitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Khofifah yang merumuskan kesetaraan pendidikan antara SMK, SMA dan SLB melalui kurikulum vokasi. Dimana justru terobosan ini pekan lalu mendapatkan penghargaan tingkat ASEAN dari organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se ASEAN.
“Program ini dirumuskan dalam kebijakan rencana jangka menengah yang memberikan culture. Nantinya perbandingan SMK dan SMA ini yakni 70 persen dibanding 30 persen,” kata Wachid.
Hal tersebut dilakukan, lanjut Wahid, lantaran Gubernur Khofifah melihat fakta jika lulusan SMA yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi hanya dikisaran 33 persen. Sementara 67 persen sisanya, berpotensi menjadi pengangguran.
“Maka Gubernur memberikan kurikulum vokasi pada siswa SMA di Jatim. Saya minta kepada seluruh Kepala Sekolah tidak perlu menunggu status double track, tapi mendouble trackan sendiri. Double track kami garap serius, termasuk membangun jejaring perusahaan agar mensuport pendidikan dan tempat magang yang diharapkan meemberikan porsi cukup,” jelas Wachid. (ade/hdl)









