Jakarta (pilar.id) – Persis Solo menjadi klub Liga 1 Indonesia pertama yang memberikan pernyataan resmi terkait dengan Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan korban jiwa.
Persis Solo dalam pernyataan resmi mereka, pertama-tama mengungkapkan rasa bela sungkawa kepada seluruh korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Persis Solo juga memanjatkan doa untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan serta ketabahan untuk melewati peristiwa duka ini.
Lebih lanjut, Persis menuntut untuk segera adanya pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat, dan menuntut adanya reformasi sistematik sebagai upaya perubahan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari
Pada pernyataan itu, Persis memberikan lima tuntutan dan yang pertama adalah adanya forum lintas klub, panitia pelaksana, dan aparat berwenang. Persis meminta agar pertemuan tersebut diinisiasi oleh operator liga dan federasi.
Pertemuan yang mempertemukan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia tersebut dilakukan gunamembahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.
Kedua, Persis berharap adanya pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.
Selain itu, yang ketiga dilakukannya peniadaan jam kick-off yang terlalu malam, agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. “Federasi, operator, dan official broadcast harus mempertimbangkan rekomendasi dari klub yang berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat setempat,” sambung pernyataan tersebut.
Keempat, pihak Laskar Sambernyawa menginginkan adanya reformasi sistematik di dalam kepengurusan ekosistem sepak bola Indonesia sebagai bentuk respons atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, sekaligus bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.
Terakhir, Jika tuntutan tersebut urung bisa dipenuhi, Persis Solo mengajukan mosi tidak percaya sebagai pernyataan sikap klub. (fat)










