Bayung Lencir (pilar.id) – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, bagian dari Subholding Upstream Pertamina, terus menerapkan inovasi dalam rangka program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah operasinya.
Kali ini, Program TJSL mengembangkan Program Kelas Berbagi di SDN 2 Sukajaya, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Program ini bertujuan untuk mendidik siswa dalam pengelolaan lingkungan dan mendorong kesadaran lingkungan sejak dini.
Program Kelas Berbagi dimulai pada tahun 2019 dengan nama Sekolah Cinta Bumi Zero Plastic Berbasis Teknologi, yang berfokus pada pengelolaan sampah plastik. Seiring berjalannya waktu, program ini terus berkembang dan melahirkan inovasi-inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Sekolah Cinta Bumi Zero Plastic Berbasis Teknologi telah berubah menjadi Program Kelas Berbagi (Sekolah Lestari Berbasis Teknologi), yang mencakup pengelolaan sampah, air, edukasi tentang lingkungan, energi terbarukan, dan permainan pendidikan yang mengajarkan empati terhadap lingkungan sejak usia dini.
Melalui pengelolaan sampah plastik, sekolah telah berhasil mengelola 864 kg sampah plastik setiap tahun yang sebelumnya dibakar. Ini menghasilkan penurunan emisi sebesar 2.505,6 kgCO2eq per tahun. Banyak sampah plastik dikumpulkan di Bank Sampah dan sebagian diolah menjadi kerajinan tangan atau dijual ke Kelompok Pengepul Mekar Jaya. Tabungan dari penjualan ini digunakan untuk membeli peralatan sekolah. Selain itu, plastik tidak boleh digunakan di kantin sekolah, dan digantikan dengan daun sebagai wadah makanan. Siswa juga diberi lunch box dan tumbler.
Sekarang, siswa juga diajari tentang pengelolaan air dengan mendaur ulang air limbah mencuci tangan dan peralatan makan di kantin menggunakan teknologi Carboxyl. Carboxyl adalah mini IPAL yang menggunakan filter karbon bekas unit air minum yang ditinggalkan. Limbah air tersebut diolah dan digunakan kembali untuk penyiraman tanaman di sekolah.
Selain itu, ada Musala Hijau yang mengelola air limbah dari air wudu dan mengalirkannya ke sistem aquaponik (budidaya ikan dan hidroponik). Program ini terintegrasi dengan Marcell (Pemasangan Solar Cell) yang berfungsi sebagai sumber energi untuk Carboxyl dan Musala Hijau. Marcell juga digunakan sebagai penerangan di sekolah dan menghemat energi sebesar 1.255,2 KWH/tahun.
PHE Jambi Merang juga telah meluncurkan aplikasi edukasi bernama Bocil Keling (Bocah Cilik Kelola Lingkungan) yang membantu anak-anak mengelola sampah dengan lebih efisien. Aplikasi ini telah diluncurkan secara resmi pada pertengahan Oktober 2023.
Program Kelas Berbagi tidak hanya memberikan manfaat kepada sekolah, tetapi juga membentuk kelompok-kelompok baru yang peduli terhadap lingkungan. Terbentuklah Kelompok Penggerak Peduli Lingkungan SDN 2 Sukajaya yang terdiri dari 94 siswa dan guru, serta Paguyuban Hijau Lestari yang terdiri dari 97 orang tua siswa. Kelompok tersebut juga telah mentransfer pengetahuan kepada SDN Mendis, yang kemudian membentuk Kelompok Penggerakan Peduli Lingkungan yang berjumlah 40 orang.
Field Manager PHE Jambi Merang, Satrio Mursabdo, menjelaskan bahwa Program Kelas Berbagi berfokus pada pengelolaan sampah plastik yang berubah menjadi berbagai bentuk produk. Program ini juga mencakup berbagai kegiatan berbasis lingkungan lainnya, termasuk pemasangan solar cell dan penggunaan energi terbarukan. “Program ini juga memiliki program edukasi Bocil Keling yang membantu anak-anak dalam mengelola sampah dengan lebih efisien dan menyenangkan,” kata Satrio.
Selama acara pelepasan kafilah, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam Program Kelas Berbagi. Ia berharap program ini dapat membentuk siswa-siswi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menciptakan sinergi dalam kegiatan lingkungan yang beragam.
Kepala Sekolah SDN 2 Sukajaya, Sukasmino, menyampaikan bahwa Program TJSL dari PHE Jambi Merang telah membantu sekolah dalam menghemat energi dan menciptakan inovasi-inovasi berkelanjutan. Ia berharap program ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat di sekitarnya. (riq/ted)










