Lumajang (pilar.id) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang bergerak cepat dalam menanggapi insiden longsor yang terjadi di kawasan Jalan Raya Piket Nol, Kilometer 54/100, tepatnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (2/8/2025).
Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau situasi sekaligus memimpin pengaturan arus lalu lintas. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah potensi bencana susulan.
“Kami melakukan pengaturan lalu lintas agar arus tetap lancar dan aman pasca longsor. Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, khususnya saat melintas di kawasan Piket Nol saat hujan,” ujar AKP Syaikhu.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, pihaknya juga memasang sejumlah rambu peringatan di titik-titik strategis guna meningkatkan kewaspadaan pengendara. Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi terhadap potensi pergerakan tanah dan longsor susulan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Satlantas Polres Lumajang juga menjalin koordinasi dengan warga sekitar dan para pemilik warung di sepanjang jalur rawan tersebut. Tujuannya adalah agar masyarakat bisa berperan aktif sebagai mitra informasi dini bagi pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kami libatkan warga sekitar dan pemilik warung agar bisa menjadi mitra informasi dini. Kecepatan pelaporan sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” tambahnya.
Kawasan Piket Nol memang dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor di Kabupaten Lumajang, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, patroli rutin, pemasangan rambu, dan sinergi dengan masyarakat terus ditingkatkan guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan dampak bencana.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang melintas di jalur tersebut agar tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem. Koordinasi lintas sektor antara aparat, warga, dan pemerintah daerah menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem respons bencana yang efektif dan cepat. (usm/hdl)










