Jakarta (pilar.id) – Subholding Power & NRE (Pertamina NRE) dan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) menandatangani nota kesepahaman tentang penyediaan dan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di rumah sakit Pertamedika IHC dan afiliasinya pada Jumat (26/11/2021) lalu.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Chief Executive Officer (CEO) Pertamina NRE Dannif Danusaputro dan Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat. Sinergi ini merupakan upaya transisi energi di internal Pertamina, sumber listrik berbahan bakar fosil dikonversi dengan PLTS. Potensi kapasitas PLTS internal Pertamina mencapai 500 MWp.
“Pertamina NRE sangat antusias dengan sinergi ini. Kami siap untuk melakukan transisi energi di rumah sakit-rumah sakit Pertamedika IHC dan berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Pertamedika IHC maupun bagi Pertamina NRE,” ungkap Dannif dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama Fathema menyampaikan,”Pertamedika IHC mendukung tema ESG (environment, social, and governance), salah satunya dengan mengimplementasikan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti tenaga surya. Kami berharap pemasangan PLTS dapat terealisasi di tahun 2022.”
Dalam sinergi ini, potensi kapasitas PLTS mencapai 2,9 MWp yang pemasangannya dapat dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama dilakukan di 5 rumah sakit dengan total potensi kapasitas mencapai 625 KWp.
Tahap kedua dilakukan di 14 rumah sakit dengan total potensi kapasitas mencapai 1 MWp. Dan tahap ketiga dilakukan di 16 rumah sakit dengan total potensi kapasitas mencapai 1,2 MWp. Diperkirakan ketiga tahap tersebut selesai pada triwulan kedua hingga keempat tahun 2022.
Pertamedika IHC merupakan anak usaha Pertamina yang fokus untuk menyediakan layanan Kesehatan. Pertamedika IHC membawahi rumah sakit-rumah sakit BUMN di Indonesia.
Saat ini Pertamedika IHC mengelola 15 rumah sakit Pertamina, 8 anak usaha yang membawahi 21 Rumah Sakit BUMN, 39 Rumah Sakit Kerja Sama Operasi (KSO), dan 145 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pertamina berkomitmen penuh mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs), salah satunya dengan mengintegrasikan praktek ESG dalam menjalankan bisnis. Transisi energi yang dilakukan Pertamina mendukung pencapaian target 23 persen EBT dalam bauran energi nasional tahun 2025 serta target pemerindah menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030. (ret)










