Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Dukung Produktivitas Kurir, Telkomsel dan SiCepat Ekspres Luncurkan Paket Siap Antar hingga 46GB
  • Transformasi Digital Blok Rokan: Empat Inovasi Berbasis AI Milik PHR Borong Penghargaan di IOC Forum 2026
  • Sajama Cut Gelar Recollecting No. VII di M Bloc, Satukan Enam Musisi Lintas Genre dan Syuting Video Musik
  • Meta Luncurkan Small Business Growth Academy, Bekali UMKM Indonesia Keterampilan Praktis AI
  • Sinergi Hulu Migas: Danantara Tinjau Lapangan SPS Pertamina Hulu Mahakam Guna Ketahanan Energi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Lingkungan»Teluk Palu Kehilangan 7,78 Hektar Lahan Mangrove

Teluk Palu Kehilangan 7,78 Hektar Lahan Mangrove

Lingkungan Achmat D28 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pembelajaran dini pemahaman akan Mangrove dilakukan kepada pelajar SD di Sulawesi Tengah. (Foto : Ist)

Jakarta (pilar.id) – Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia mencatat, Teluk Palu Sulawesi Tengah mengalami penurunan luasan lahan mangrove hingga 12 persen dari fase sebelum peristiwa tsunami pada 2015 silam. Pengurangan luasan ini mencapai 7,78 hektar.

Sebelumnya luas lahan mangrove di Teluk Palu yang meliputi Kabupaten Donggala dan Kota Palu mencapai 66,89 ha di tahun 2015, kemudian berkurang menjadi 59,11 ha pada 2019. Selain tsunami, ancaman dan gangguan terhadap keberadaan ekosistem mangrove adalah alih fungsi lahan dan pengembangan kawasan.

“Sebagian besar kawasan intertidal Teluk Palu berdekatan dengan jalur transportasi atau jalan darat provinsi. Umumnya pengembangan pemukiman dan pusat pertumbuhan berada di pinggir jalan,” ujar Direktur Eksekutif YKL Indonesia Nirwan Dessibali, di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Dari hasil studi YKL Indonesia bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) pada tahun 2019, luas ekosistem mangrove di Teluk Palu mencapai 59,11 ha. Kabupaten Donggala adalah wilayah konsentrasi persebaran mangrove terbesar. Luasnya mencapai 58,21 ha atau 98% dari total luasan mangrove Teluk Palu.

Sisanya tersebar tipis di Kota Palu seluas 0,90 ha. Kawasan mangrove terluas di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala yaitu 57,97 ha. Sedangkan kecamatan pesisir lainnya di Teluk Palu memiliki luasan yang sangat kecil berkisar 0,02 ha – 0,83 ha saja. Ekosistem mangrove juga tersebar tipis di spot-spot kecil 4 kecamatan pesisir Kota Palu dan 2 kecamatan pesisir Donggala.

Baca Juga  Majelis Permusyawaratan Adat Sulawesi Tengah Ingin Hidupkan Kembali Hukum Adat

“Selain menambah luasan, penting untuk menjaga atau melakukan konservasi mangrove yang saat ini masih bertahan,” jelas Nirwan.

Sementara itu, Yayasan Kehati mencatat, terjangan tsunami memang beberapa Kali menerjang Teluk Palu pada tahun 1927, 1930, 1938, dan terakhir di tahun 1966. Fakta tersebut menggerakkan kepedulian Yayasan Kehati, YKL Indonesia, dan Yayasan Bonebula (YBB) untuk merestorasi ekosistem mangrove yang telah rusak.

Selain sebagai peredam tsunami, keberadaan mangrove diharapkan dapat mengembalikan keanekaragaman hayati. Terlebih, Direktur Eksekutif YBB Andi Anwar menyampaikan, peristiwa tsunami tahun 2018 lalu telah memberikan pembelajaran bahwa mangrove sangat tangguh meredam tsunami di berbagai wilayah Teluk Palu seperti Kelurahan Labuan Bajo, Tanjung Batu, Kabonga Kecil, Kabonga Besar, dan daerah lainnya.

“Berbagai wilayah yang ada ekosistem mangrove, ratusan rumah selamat dari terjangan tsunami,” kata Andi Anwar.

Senada, Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan Kehati Toufik Alansar menyampaikan, pelibatan berbagai pihak dalam penanaman merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk mendukung pelestarian kawasan mangrove. Toufik menjelaskan pentingnya penanaman mangrove dalam upaya mitigasi bencana dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Menurut dia, hutan mangrove di kawasan pesisir bisa menjadi sabuk hijau yang melindungi daratan dari terjangan gelombang tinggi, tsunami dan angin laut, serta abrasi. “Hal terpenting, program konservasi mangrove merupakan bagian dari program mitigasi perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon,” ungkapnya.

Baca Juga  Terdampak Bencana di Tiga Desa, Pemkab Parigi Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Karena itu, untuk melindungi dan melestarikan mangrove di wilayah Teluk Palu dan sekitarnya perwakilan pemerintah, non-governmental organization (NGO), komunitas, organisasi kampus, dan masyarakat menggelar penanaman bersama pohon bakau. Penamanan tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati di berbagai belahan dunia setiap tanggal 26 Juli.

Ratusan peserta dari berbagai pihak dan pelajar Sekolah Dasar (SD) menanam 3000 bibit mangrove jenis Rhizopora stylosa, Rhizopora mucronata dan Rhizopora apiculata. “Kami rencanakan menanam 10.000 bibit di 10 hektar area terdegradasi Kelurahan Tanjung Bantu dan Kelurahan Kabonga Kecil,” imbuh Andi Anwar. (Akh/din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
mangrove di Teluk Palu sulawesi tengah Teluk Palu Sulawesi Tengah Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia

Berita Lainnya

Kementerian PUPR: 12 Ruas Jalan dan Jembatan Sulteng Dibangun Kembali

20 April 2023

Tuntut Keadilan dalam Insiden Morowali Utara, Pekerja Berdemonstrasi di Monas

26 Januari 2023

Pemprov Sulawesi Tengah Ajukan Kain Tenun Donggala sebagai Warisan Budaya tak Benda ke Unesco

24 Mei 2022

Terdampak Bencana di Tiga Desa, Pemkab Parigi Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

23 Mei 2022

Dari 1.842 Desa di Sulawesi Tengah, Baru 942 Desa yang Memiliki Akses Internet

20 Mei 2022

Pelabuhan Parigi Ajak Pemda Maksimalkan Tol Laut untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

18 April 2022

Majelis Permusyawaratan Adat Sulawesi Tengah Ingin Hidupkan Kembali Hukum Adat

2 April 2022

Pandemi Belum Berakhir, Target Pendapatan BTNKT Provinsi Sulawesi Turun Jadi Rp96,8 Juta

2 Februari 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Lionel Messi usai laga Argentina lawan Mesir. Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 berkat gol penentu Enzo Fernández

Drama 5 Gol di Atlanta: Comeback Epik Argentina Tekuk Mesir, Segel Tiket Perempat Final Piala Dunia

8 Juli 2026
Christabel Annora

Satu Dekade Berkarya, Christabel Annora Siap Gelar Intimate Showcase Dua Sesi di Kota Batu

7 Juli 2026
Indonesia mencatat sejarah di Gardens by the Bay Singapura lewat Orchid Extravaganza yang menghadirkan lebih dari 30 instalasi seni budaya Nusantara.

Indonesia Torehkan Sejarah di Gardens by the Bay, Orchid Extravaganza Tampilkan 30 Instalasi Seni Nusantara

6 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
Berita Lainnya
Telkomsel dan SiCepat Ekspres meluncurkan Paket Siap Antar dengan kuota hingga 46GB. Solusi digital untuk dongkrak efisiensi kurir logistik.

Dukung Produktivitas Kurir, Telkomsel dan SiCepat Ekspres Luncurkan Paket Siap Antar hingga 46GB

10 Juli 2026
Empat inovasi AI PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) raih penghargaan di IOC Forum 2026. Sukses pangkas biaya operasional dan dongkrak produksi migas nasional.

Transformasi Digital Blok Rokan: Empat Inovasi Berbasis AI Milik PHR Borong Penghargaan di IOC Forum 2026

9 Juli 2026
Sajama Cut kembali menghadirkan Recollecting No. VII di COMA M Bloc pada 11 Juli 2026 dengan enam musisi independen serta syuting video musik bersama penonton.

Sajama Cut Gelar Recollecting No. VII di M Bloc, Satukan Enam Musisi Lintas Genre dan Syuting Video Musik

9 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.