Surabaya (pilar.id) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, melakukan peninjauan terhadap gedung kantor baru Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur yang terletak di Jalan Puncak Permai Utara II Nomor 2, Surabaya, pada Minggu pagi.
Didampingi oleh Ketua Bawaslu Jatim, Sekretaris Bawaslu Jatim, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jatim, serta pejabat lainnya, Pj. Gubernur Adhy secara langsung mengecek seluruh ruangan di gedung baru tersebut.
Gedung baru Bawaslu Jatim ini merupakan hasil pembangunan dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jatim sebesar Rp. 1.219.298.000, dan proses pembangunannya memakan waktu 93 hari.
Gedung ini berlokasi di sebelah gedung kantor lama dan terdiri dari dua lantai, dengan lantai satu digunakan untuk ruang informasi dan lantai dua untuk ruang kepala bagian serta ruang rapat internal Bawaslu.
Adhy menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru ini adalah bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jatim kepada kementerian, lembaga, dan mitra kerja yang belum memiliki kantor atau fasilitas yang memadai.
Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan dapat melengkapi fasilitas yang tersedia di gedung lama, membuatnya lebih layak dan nyaman.
“Karena lahannya sempit, kita bantu dengan pembangunan di sebelah gedung lama. Ini akan melengkapi fasilitas gedung lama dan membuat kantor Bawaslu lebih sesuai dengan standar kantor setingkat provinsi,” ungkapnya.
Selain memperhatikan fasilitas dan kenyamanan, Adhy juga berharap gedung baru ini dapat meningkatkan tingkat keamanan, khususnya saat ada demonstrasi. Hal ini dianggap penting untuk menghindari potensi masalah keamanan.
“Dengan kantor yang lebih besar, kita bisa mengatasi potensi bahaya dari demonstrasi atau gangguan lainnya. Pemprov Jatim berusaha membantu lembaga yang belum memiliki kantor agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” tambah Adhy.
Pj. Gubernur Adhy menekankan bahwa saat ini sedang dilakukan tahap pemeliharaan dan evaluasi untuk memastikan bahwa semua pekerjaan pembangunan telah selesai. Dia juga menegaskan ketersediaan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk memenuhi kebutuhan kantor baru tersebut.
Menutup peninjauan, Adhy memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pemilu di Jatim yang berjalan dengan kondusif, aman, dan terkendali. Ia merujuk pada laporan atau aduan kepada Bawaslu Jatim yang sejauh ini hanya satu aduan terkait perbedaan antara C1 dan SiRekap.
“Meskipun ada beberapa masalah kecil, namun masih dalam batas wajar. Hingga saat ini, belum ada aduan ke Bawaslu terkait Pemilu di Jatim, kecuali satu aduan dari DPD terkait perbedaan C1 dan SiRekap,” jelasnya.
Adhy menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim siap untuk mengkoordinasikan dengan semua pihak penyelenggara Pemilu guna menjalankan tugas dengan baik. (rio/ted)










