Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Tragedi Kanjuruhan Bukti Kebrobokan Penyelenggaraan Persepakbolaan di Indonesia

Tragedi Kanjuruhan Bukti Kebrobokan Penyelenggaraan Persepakbolaan di Indonesia

Peristiwa Herry Supriyatna3 Oktober 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pakar Kebijakan Publik dari Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat. (Foto: Istimewa)

Jakarta (pilar.id) – Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat mengatakan, tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur merupakan episode sepak bola yang amat mematikan se-dunia sejak tahun 1964. Tragedi tersebut bukti kebobrokan penyelenggaraan liga sepak bola di Indonesia.

“Bukan hanya sekedar oknum yang dihukum, tapi sistem persepakbolaan Indonesia yang serampangan dan tidak profesional harus juga dimintai pertanggungjawaban,” kata Ahmad dalam siaran persnya, Senin (3/10/2022).

Pemerintah menyampaikan bahwa fokus dari tragedi Kanjuruhan adalah soal penanganan korban namun yang dilakukan pemerintah sebatas berkunjung ke berbagai tempat seperti stadion kanjuruhan, rumah sakit di malang, sampai kunjungan ke keluarga korban.

Para pejabat Jakarta yang hadir melakukan kunjungan-kunjungan hari ini tersebut diantaranya adalah Menpora Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan.

“Kunjungan-kunjungan terkesan sangat formalitas dan bernuansa pencitraan bahwa pemerintah serius mengusut tuntas tragedi BRI Liga 1 pada Sabtu (1/10/2022),” tegasnya.

Dia menegaskan, ada yang luput dalam penanganan korban BRI Liga 1 yaitu semua korban baik yang luka maupun yang sudah meninggal tidak diperiksa seksama dan tidak diotopsi sesuai SOP terkait penyebab luka dan kematiannya.

Daripada sekedar berkunjung sebaiknya para pejabat tersebut menyiapkan tenda darurat untuk penanganan korban secara terintegrasi dan komprehensif. Mereka dapat mendatangkan para tenaga medis terbaik dan para ahli otopsi terbaik dimana semua korban baik yang sudah meninggal maupun yang luka-luka di periksa secara seksama untuk diketahui penyebabnya.

Baca Juga  Psikolog: Tanamkan Rivalitas Sehat Sejak Dini Agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang Lagi

Hasil otopsi tersebut akan berguna sebagai investigasi hukum pidana. Pidana yang mungkin dikenakan diantaranya yaitu pidana unsur kesengajaan dan atau kelalaian baik penyelenggara BRI Liga 1, organisasi pendukung klub bola, sistem penanganan keamanan, kealfaan infrastrukrur olahraga maupun tindak pelanggaran SOP pengamanan.

Dugaan-dugaan pidana tersebut harus diinvestigasi bukan oleh kepolisian dan aparat wilayah Jawa Timur namun harus oleh kepolisian pusat yang didampingi Komnas Ham, Perwakilan PSSI, FIFA, Kemenpora dan Tim Independen lainnya.

“Kuat dugaan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum kepolisian dan aparat wilayah setempat oleh karena itu pengambil-alihan investigasi tingkat pusat sangat tepat dilakukan,” ujarnya.

Keterangan awal dari para saksi disebutkan bahwa banyak kematian disebabkan karena over-reacting aparat pengamanan dalam menangani kekisruhan di dalam stadion tersebut. Dugaan pelanggaran dalam tragedi Kanjuruhan itu berupa penggunaan gas air mata oleh aparat wilayah setempat di dalam stadion yang mengakibatkan ratusan orang meninggal.

Penggunaan gas air mata jelas salah dalam penanganan kekisruhan massa di lapangan bola. Hal tersebut sudah dinyatakan terlarang oleh organisasi internasional sepak bola FIFA. Jelas bila ini penyebabnya pihak Kapolda Jatim adalah pihak pertama yang harus bertanggungjawab.

Selain adanya pelanggaran SOP dari aparat penanganan keamanan di lokasi, terindikasi juga adanya pelanggaran dari panitia penyelenggara BRI Liga 1 yang menjual tiket melebihi daripada kapasitas stadion bola Kanjuruhan. Selain itu panitia penyelenggara juga tidak menindaklanjuti saran dari pihak pengamanan yang digeser ke waktu sore jam 15.00 daripada jam 20.00 malam.

Baca Juga  Motif Pembunuhan Brigadir J Belum Diungkap, Pakar: Sangat Aneh dan Tidak Fair

Panitia penyelanggara memaksakan dan diduga mengabaikan saran dan menjual tiket lebih banyak karena termotivasi aspek bisnis daripada mendahulukan aspek keselamatan penonton dan pemain. Seharusnya kejadian tersebut dapat dihindarkan apabila panitia penyelenggara BRI Liga 1 tidak memiliki backing kuat dari elit aparat keamanan.

Begitu pihak pengamanan melihat potensi bahaya kerusuhan seharusnya mereka dapat mencopot izin sebelum terjadi malapetaka tersebut.

“Namun apa daya mereka orang kecil yang takut dan gentar terhadap para sponsor BRI Liga 1 yaitu para elit pemodal kuat dan para aparat keamanan baik yang dikantor pusat maupun jenderal purnawirawan polisi yang sangat aktif terlibat dalam persepakbolaan,” tutup Achmad. (her/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Achmad Nur Hidayat liga sepak bola Indonesia Narasi Institute Stadion Kanjuruhan Tragedi Kanjuruhan

Berita Lainnya

BRI Super League 2025/26: Arema FC vs Bhayangkara FC

Arema FC vs Bhayangkara FC: Duel Penentu di Kanjuruhan, Singo Edan Bidik 3 Poin

22 Agustus 2025
Arema FC kecewa atas insiden pelemparan bus Persik Kediri di Kanjuruhan. Klub pertimbangkan tak lagi gunakan kandang sendiri demi keamanan dan integritas.

Arema FC Kecewa dan Pertimbangkan Mundur dari Kanjuruhan Usai Pelemparan Bus Persik

13 Mei 2025
Fulltime, Persik tundukkan Arema FC 3-0 (foto: facebook Liga 1 Indonesia)

Arema FC Dikalahkan Persik 0-3 di Laga Comeback Stadion Kanjuruhan

11 Mei 2025
Tim Arema FC saat berlatih di Stadion Manahan (foto: Dok Arema FC)

BRI Liga 1: Arema FC vs Persik Kediri, Laga Emosional di Stadion Kanjuruhan

11 Mei 2025
Gelar doa bersama keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang (foto: dok beritajatim.com)

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Desak PSSI Hentikan Pertandingan Liga 1 pada 1 Oktober 2023

17 September 2023
Ketua Umum PSSI, Erik Thohir

Ketum PSSI Erik Thohir Dorong Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan

27 Juli 2023
Forum Silaturahmi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (foto: beritajatim.com)

LPSK Setujui Restitusi 42 Korban Tragedi Kanjuruhan Senilai Rp 8,8 Miliar

13 Mei 2023
Achmad Nur Hidayat

Cadangan Beras Menipis, Pengamat Curigai Pemerintah Akan Bergantung Impor

30 Maret 2023
Achmad Nur Hidayat

Larangan ASN Gelar Acara Bukber Dinilai Aneh

23 Maret 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.