Jakarta (pilar.id) – Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, terkait dengan penanganan kecelakaan tunggal bus Ardiansyah di jalan tol Surabaya-Mojokerto masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Saat ini, tim Traffic Accident Analysis (TAA) telah diterjunkan untuk membantu Polda Jawa Timur.
“Saat ini tim TAA sudah bekerja, kita lihat sejauh mana perkembangannya kita akan update,” kata Ahmad, di Jakarta, Selasa (17/5/2022).
Ahmad menjelaskan, berdasarkan penyelidikan sementara terdapat sejumlah fakta. Diketahui, kapasitas bus Ardiansyah sebanyak 37 orang. Namun, saat kecelakaan terjadi, Senin (16/5/2022) terdapat 34 penumpang.
“Artinya kendaraan ini tidak overload,” kata Ahmad.
Akibat peristiwa tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 14 orang dan 19 orang luka-luka. Jenazah korban meninggal sudah dipulangkan dari RS dr Wahidin Sudiro Husodo ke rumah duka masing-masing.
“18 penumpang dan 1 sopir cadangan bus, dirawat di rumah sakit yang berbeda,” lanjut Ahmad.
Selain itu, berdasarkan pemeriksaan tes urin, sopir pengganti Ade Firmansyah (AF/19), terindikasi di bawah pengaruh Narkotika jenis amfetamin. Namun, untuk lebih memastikan, Ade akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Hari ini saudara AF akan diambil darahnya untuk kemudian akan dikirim ke laboratorium Polri,” jelas Ahmad.
AF harus menggantikan sopir utama berinisial AA, dikarenakan kelelahan. Pergantian tersebut dilakukan di rest area 695. “Jadi kendaraan bus ini baru melaju sejauh 17 kilo meter,” ungkap Ahmad.
Ahmad menjelaskan, AF juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Karena itu, Polri akan menyelidiki kapasitas AF, sebagai sopir cadangan atau kernet. (ach/hdl)










