Jakarta (pilar.id) – Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, Mahfud MD, menegaskan bahwa pandangan masyarakat yang masih menganggap politik sebagai sesuatu yang kotor adalah salah kaprah. Dalam Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Annida Al Islamy, Bekasi, Mahfud menyatakan bahwa yang sebenarnya kotor adalah perilaku para pemain politik.
“Pandangan bahwa politik itu kotor adalah salah. Yang kotor itu adalah pemainnya, bukan politik itu sendiri,” ujar Mahfud pada Senin malam (4/12/2023).
Dalam pengarahannya kepada warga pesantren, Mahfud memberikan penekanan tentang pentingnya keterkaitan antara beragama, bernegara, dan berpolitik. Baginya, ketiga elemen tersebut seharusnya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.
“Sikap apatis terhadap politik dari pihak umat Islam bisa dianggap sebagai kegagalan bagi negara,” tambahnya.
Mahfud menilai bahwa berpolitik yang baik seharusnya mencerminkan pemeliharaan nilai-nilai luhur kehidupan beragama untuk kepentingan bersama dalam bermasyarakat dan bernegara. Oleh karena itu, Mahfud berharap masyarakat dapat memahami bahwa politik tidak selalu identik dengan hal yang negatif.
Dalam konteks ini, Mahfud juga menggarisbawahi pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari ekspresi iman. Dia mendorong masyarakat Muslim untuk aktif dalam menjaga negara Indonesia, yang dibangun oleh para tokoh politik dan tokoh agama.
“Rakyat sebenarnya ikut memerintah negara melalui wakil dan pemimpin yang mereka pilih sendiri. Pemilu adalah momentum penting bagi rakyat untuk menggunakan hak suaranya dengan sebaik mungkin,” kata Mahfud.
Pada akhirnya, Mahfud mengingatkan pentingnya memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani dan menolak praktik politik uang. Dia menjelaskan bahwa pemilihan umum adalah tugas konstitusional yang harus dilaksanakan dengan memberikan suara yang sah, bukan dengan praktik suap-menyuap. (hdl)










