Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Nyamuk Wolbachia jadi Solusi Demam Berdarah, Guru Besar Unair Berikan Klarifikasi

Nyamuk Wolbachia jadi Solusi Demam Berdarah, Guru Besar Unair Berikan Klarifikasi

Kesehatan Shohibul Anwar7 Desember 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K)
Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K)

Surabaya (pilar.id) – Musim penghujan membawa permasalahan serius terkait keberadaan nyamuk Aedes aegypti, yang dapat menjadi pembawa virus penyakit demam berdarah.

Untuk menekan angka kejadian demam berdarah, pemerintah telah mengambil berbagai langkah, salah satunya dengan menyebarkan nyamuk Wolbachia. Namun, upaya ini menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Dalam menanggapi hal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K), memberikan tanggapannya. Ia menjelaskan bahwa penelitian mengenai nyamuk Wolbachia telah melewati fase panjang dan sudah dimulai sejak tahun 2011. “Perjalanan Wolbachia ini sudah berlangsung lama sejak 2011,” ungkapnya.

Dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (7/12/2023), Prof Aryati telah bergabung sebagai bagian dari Tim Ahli Kajian Risiko Wolbachia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 2016.

Aksi pemerintah dalam program Applying Wolbachia to Eliminate Dengue (AWED) dimulai pada 2017. Analisis terkait respons masyarakat terhadap nyamuk Wolbachia telah dipertimbangkan sejak awal. “Analisis soal kemungkinan terjadinya perdebatan oleh masyarakat sudah terpikirkan sejak dulu,” katanya.

Meski demikian, proses pemantauan terhadap nyamuk Wolbachia masih berlangsung hingga saat ini. Selain Indonesia, negara-negara lain seperti Australia, Brazil, Colombia, El Salvador, Sri Lanka, Honduras, Laos, Vietnam, Kiribati, Fiji, Vanuatu, New Caledonia, hingga Meksiko telah menggunakan inovasi nyamuk ini.

Wolbachia adalah bakteri alami yang ditemukan pada serangga seperti kupu-kupu, lalat, dan lebah. Bakteri ini merupakan salah satu teknologi biologis untuk mengendalikan nyamuk pembawa demam berdarah. “Tapi yang paling terkenal kandungan Wolbachia ada di lalat buah drosophila melanogaster,” jelas Prof Aryati.

Baca Juga  Keren, Tiga Mahasiswa FEB Unair ini Terpilih Ikuti Entrepreneurship Camp di Thailand

Keunikan nyamuk Wolbachia terletak pada siklusnya yang berbeda saat melakukan perkawinan. Jika nyamuk Wolbachia jantan kawin dengan nyamuk Aedes aegypti betina yang tidak mengandung Wolbachia, maka tidak akan ada telur yang menetas. “Nyamuknya jadi mandul ya, tidak bisa menghasilkan keturunan,” paparnya.

Sementara itu, nyamuk Wolbachia betina yang kawin dengan nyamuk Aedes aegypti jantan yang tidak mengandung Wolbachia akan menghasilkan telur dengan gen Wolbachia. “Sama halnya kalau nyamuk Wolbachia jantan dan betina yang kawin, mereka akan menghasilkan telur yang menetas dan berwolbachia,” tambahnya.

Setelah melalui penelitian yang panjang, terbukti bahwa keberadaan nyamuk Wolbachia mampu menurunkan kasus demam berdarah sebesar 77,1 persen. Jumlah perawatan di rumah sakit akibat demam berdarah juga mengalami penurunan sebanyak 86 persen.

Meskipun menjadi bahan perdebatan, keberadaan nyamuk Wolbachia ternyata memiliki manfaat yang beragam. Bakteri pada nyamuk ini tidak dapat menginfeksi manusia. “Bakterinya tidak mungkin pindah, karena bakteri hanya berada pada tubuh nyamuk saja. Kalau tergigit nyamuk Wolbachia tidak akan menyebabkan manusia sakit,” ungkap Prof Aryati.

Nyamuk Wolbachia tidak berdampak pada jumlah populasi nyamuk Aedes aegypti. Namun, kehadiran nyamuk ini dapat menekan penyebaran virus dengue yang dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Prof Aryati menegaskan bahwa nyamuk ini merupakan pelengkap dari program 3M Plus yang diterapkan pemerintah. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap keberadaan nyamuk Wolbachia. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau terlanjur tergigit tidak apa-apa, karena bakteri nyamuk tidak berpindah ke manusia,” tutupnya. (ipl/hdl)

Baca Juga  Film Horor dan Identitas Agama Serta Budaya, Ini Penjelasan Pakar dari Komunikasi

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Demam Berdarah Universitas Airlangga Wolbachia

Berita Lainnya

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo gelar pelatihan BLS di KBRI Rabat, bekali diaspora Indonesia dengan keterampilan darurat medis penting.

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo Latih BLS Diaspora Indonesia di Maroko, Perkuat Respons Darurat Global

27 April 2026
FK UNAIR dan IDGNH Belanda sepakat menjalin kolaborasi internasional untuk riset, pertukaran ahli, dan peningkatan layanan medis.

Sinergi Lintas Benua: FK UNAIR dan IDGNH Belanda Jalin Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan

23 April 2026
Mahasiswa UNAIR ciptakan Biofilter Farmtech, karpet kandang anti bau yang ubah limbah jadi kompos, juara 1 Business Plan nasional UPB.

Mahasiswa Universitas Airlangga Ciptakan Karpet Kandang Anti Bau, Raih Juara 1 Nasional Business Plan

22 April 2026
Guru Besar Sosiologi Gender Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Emy Susanti

Makna Hari Kartini 2026: Guru Besar UNAIR Tekankan Otonomi Perempuan dan Soroti Beban Ganda

21 April 2026
Wira Dharma Alrasyid

Lebaran Tanpa Mudik, Mahasiswa UNAIR Asal Aceh Pilih Bertahan di Surabaya dan Temukan Makna Baru

21 Maret 2026
Guru Besar Departemen Komunikasi, Prof Dra Rachmah Ida M Com PhD

Pemerintah Batasi Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Konten Digital

13 Maret 2026
Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE, MSc

Pakar UNAIR: Zakat Berperan Strategis Kurangi Ketimpangan Sosial di Indonesia

6 Maret 2026
Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Program Studi Gizi FKM Universitas Airlangga

Pola Tidur Sehat Saat Puasa, Kunci Tekan Risiko Gangguan Metabolik di Bulan Ramadan

28 Februari 2026
Salsyabila Putri Pratama

Inspirasi Salsyabila Putri: Kembangkan JIVVA Sportswear, Brand Lokal yang Bidik Tren Gaya Hidup Sehat

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.