Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»Kenaikan Tarif Impor AS Picu Lonjakan Biaya Properti, Industri dan Konsumen Terdampak

Kenaikan Tarif Impor AS Picu Lonjakan Biaya Properti, Industri dan Konsumen Terdampak

Internasional Retno Wulandari15 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi bisnis properti (foto: Chris Gray, unsplash)
Ilustrasi bisnis properti (foto: Chris Gray, unsplash)

Washington DC (pilar.id) – Pemerintah Amerika Serikat kembali menaikkan tarif impor terhadap sejumlah produk penting seperti kayu, furnitur, dan kabinet dapur, dari semula 10 persen menjadi 50 persen. Kebijakan ini memicu kritik luas karena dinilai akan memperburuk beban ekonomi masyarakat dan menghambat industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Ketua National Association of Home Builders (NAHB), Buddy Hughes, mengatakan kepada AFP bahwa langkah tersebut akan “menambah hambatan bagi pasar perumahan yang sudah menghadapi tantangan berat,” karena berpotensi menaikkan biaya konstruksi dan renovasi rumah di seluruh negeri.

Selama beberapa tahun terakhir, pasar properti AS memang mengalami pelemahan akibat tingginya suku bunga hipotek dan keterbatasan pasokan rumah, yang mendorong kenaikan harga secara signifikan bagi pembeli.

Tarif Baru Tekan Industri Manufaktur dan Konsumen

Kenaikan tarif ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri manufaktur dan ekonom. Tarif yang lebih tinggi berisiko meningkatkan biaya produksi, memperlambat pembangunan perumahan, dan akhirnya menambah beban finansial bagi masyarakat.

Arin Schultz, Chief Growth Officer di produsen kasur dan furnitur ramah lingkungan Naturepedic, mengatakan kepada The New York Times bahwa perusahaannya telah menaikkan harga untuk menutupi kenaikan tarif dan bahkan mempertimbangkan untuk mengganti pemasok.

Naturepedic, yang berbasis di Chagrin Falls, Ohio, mengimpor material dan furnitur dari Sri Lanka, Vietnam, dan Pakistan. Schultz menuturkan bahwa perusahaan sebenarnya sudah berencana menaikkan harga sebesar 5 hingga 10 persen bahkan sebelum tarif baru diberlakukan karena stok yang menipis.

Baca Juga  Ekonomi Global Bergerak Lambat, Sektor Properti dan Real Estat Makin Melesat

“Kami tidak ingin sepenuhnya membebankan kenaikan biaya kepada konsumen,” ujarnya. “Kami tetap akan menanggung sebagian dari dampaknya.”

Analis: Bertolak Belakang dengan Tujuan Akses Rumah Terjangkau

Menurut Daryl Fairweather, Kepala Ekonom di perusahaan real estat Redfin, tarif baru tersebut justru bertolak belakang dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan keterjangkauan harga rumah.
“Pada akhirnya, kebijakan ini akan membuat semakin sedikit rumah yang dibangun,” kata Fairweather.

Sementara itu, Anirban Basu, Kepala Ekonom di Associated Builders and Contractors, menilai bahwa meskipun kebijakan ini bisa memberikan keuntungan bagi sebagian produsen lokal seperti pembuat kabinet dan tukang kayu, tingginya biaya tenaga kerja di AS akan menyulitkan perpindahan produksi dari luar negeri ke dalam negeri. “Prospek relokasi produksi ke Amerika sangat tipis,” ujarnya.

Reaksi Internasional: Kanada dan Ikea Menentang

Kebijakan tarif baru tersebut juga menuai penolakan internasional. Kanada, salah satu pemasok kayu terbesar ke AS, serta raksasa furnitur asal Swedia, Ikea, sama-sama menyuarakan keberatan terhadap langkah ini.

Tarif 10 persen atas kayu lunak (softwood lumber) asal Kanada membuat harga kayu impor ke AS melonjak lebih dari 45 persen.

Dewan Perdagangan Kayu British Columbia (BC Lumber Trade Council) menyebut kebijakan itu “tidak perlu dan menyesatkan.”

“Kebijakan ini hanya akan menambah tekanan pada pasar Amerika Utara, mengancam lapangan kerja di kedua negara, dan memperparah krisis pasokan perumahan di AS,” ungkap lembaga tersebut.

Baca Juga  Mencintai Bumi dengan Mengelola Konsumsi Makanan Secara Bijak

Ekonom dari Capital Economics, Stephen Brown, memperkirakan bahwa karena sekitar 30 persen kayu AS berasal dari Kanada, tambahan tarif 10 persen tersebut bisa menaikkan biaya pembangunan rumah rata-rata hingga USD 2.200.

Ikea juga menyatakan bahwa tarif terhadap produk furnitur menghambat operasional bisnisnya.
“Tarif ini memengaruhi bisnis kami seperti halnya perusahaan lain, dan kami terus memantau situasi yang berkembang,” kata pernyataan resmi Ikea.

Kebijakan tarif baru ini memperlihatkan dilema antara perlindungan industri domestik dan stabilitas ekonomi rumah tangga. Sementara produsen lokal berpotensi mendapat dorongan jangka pendek, konsumen dan sektor properti diperkirakan akan menghadapi tekanan biaya yang lebih berat dalam waktu panjang. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bisnis Properti IKEA tarif impor

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Mahkamah Agung Batalkan Tarif Global Trump, Gedung Putih Umumkan Bea Masuk 10 Persen Baru

21 Februari 2026
IKEA Indonesia resmi membuka official store di Shopee Mall untuk memperluas akses belanja digital produk rumah tangga ke berbagai wilayah Indonesia.

IKEA Resmi Hadir di Shopee Mall, Perluas Akses Belanja Digital Produk Rumah Tangga

18 Januari 2026
Donald Trump (foto: Markus Spiske, unsplash)

Trump Umumkan Tarif Impor Baru: Obat-obatan Dikenai Tarif 100 Persen, Truk Berat 25 Persen

26 September 2025
Ilustrasi bisnis properti (foto: Chris Gray, unsplash)

Optimisme Investor Meningkat, Pasar Properti Asia Pasifik Diprediksi Berkembang Pesat di 2025

20 November 2024
Dayu Dara Permata, CEO dan Founder Pinhome

Pinhome: Insentif Pajak Mendorong Pembelian Properti, Kenaikan Suku Bunga Pengaruhi Tren KPR

16 Maret 2024
Perumnas, BUMN yang mempunyai tugas pokok menyediakan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat menengah ke bawah.

Bukukan Peningkatan Positif di 2023, Perumnas Siap Perkuat Industri Properti di 2024

15 Februari 2024
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti

Terbukti Perkuat Ekonomi, Sektor Properti jadi Fokus dalam Seminar KLM Bank Indonesia

4 Oktober 2023
SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan

Bank Muamalat Luncurkan Program KPR Hijrah Baitullah untuk Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Properti

8 September 2023

Astra Land Indonesia Hadirkan Jaminan Investasi Bagi Pemilik Arumaya Residences

18 Agustus 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.