Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Visual»Foto Pilihan»Mimpi Indah di Balik Ruang dan Sekat Gedung Kolonial

Mimpi Indah di Balik Ruang dan Sekat Gedung Kolonial

Foto Pilihan Fully Syafi17 April 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kehidupan sehari-hari di sekitar gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kondisi gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kondisi dalam gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kondisi ruang bersekat dalam gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kondisi di dalam gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kondisi gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kehidupan sehari-hari di sekitar gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Aktivitas salah satu warga di sekitar gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Aktivitas warga di dalam gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)
Mimpi Indah di Balik Sekat dan Ruang Gedung Kolonial
Kehidupan sehari-hari di sekitar gedung peninggalan VOC di Kalimas, Surabaya (foto: Fully Syafi, pilar.id)

Surabaya (pilar.id) – Di masa kolonial, ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mulai mencengkeram Surabaya sebagai wilayah kekuasaannya pada tahun 1743, Kalimas jadi titik penting bagi VOC untuk mengendalikan perdagangan melalui jalur Pelabuhan Kalimas.

Saat itu, pemerintah Belanda membagi dua wilayah Kalimas menjadi Timur dan Barat. SIsi timur diperuntukkan gedung pemerintahan, bank, dan perusahaan swasta, sedangkan sisi timur, dari kawasan Pecinan sampai Ampel, dibangun sebagai sentra perdagangan.

Hingga sekarang, sisa kejayaan VOC berupa gedung perkantoran dan perdagangan bergaya kolonial masih banyak berdiri di sisi timur dan barat Kalimas.

Tentu, fungsinya tak lagi sebagai gedung atau kantor perdagangan. Bekas gedung perdagangan itu telah berubah fungsi, salah satunya sebagai rumah hunian yang disewakan oleh pemilik gedung.

Jika berkesempatan melihat-lihat di tempat ini, kita akan melihat arsitektur gedung bagian luar yang umumnya tidak berubah. Namun saat masuk ke dalam gedung, kita akan menemukan sekat-sekat yang dijadikan kamar kos, atau disewakan ke warga sekitar yang kebanyakan adalah para pekerja di Kawasan Pasar Pabean dan Ampel.

Seperti diceritakan Rohib, pria berusia 32 tahun yang bermigrasi ke Surabaya dari kota Pamekasan, Madura. Rohib mengaku, dia telah menempati sebuah gedung tua peninggalan kolonial di Jalan Kalimas Baru sejak 2017.

Ia masih ingat benar, saat itu, ia menerima informasi tentang kamar yang tersedia untuk disewa di gudang tua dari temannya bernama Ali. Ali adalah kenalannya yang sudah lebih dulu tinggal di gedung itu satu dekade sebelumnya.

Baca Juga  Resmikan Bandara Trunojoyo, Presiden Lakukan Kunker ke Jatim

“Saya sudah lama berada di Surabaya. Berada di sini sejak saya masih muda, meskipun saya tidak ingat kapan tepatnya. Saya dulu tinggal di beberapa daerah, tetapi di sini adalah yang paling nyaman,” kata Rohib.

Saat berusia 17 tahun, ia bekerja sebagai sopir mikrobus. Sayang, saat itu tidak banyak penumpang yang memanfaatkan jasa transportasinya. Lalu ia beralih profesi dan menjadi pekerja konstruksi jalan hingga kini. Saat itulah ia pindah ke gedung tua peninggalan kolonial.

“Ini tidak berisik, Bangunan itu tidak berada di depan jalan. Yang bisa masuk hanya warga. Selain itu, harganya juga murah,” ungkapnya.

Di dalam gudang, Rohib dan warga lainnya tinggal di kamar berukuran 2 kali 3 meter yang terbuat dari kayu lapis terisolasi. Bangunan ini memiliki tiga kompleks sewa, masing-masing terdiri dari 20 kamar.

Penghuni tidak diizinkan untuk mengubah apa pun, termasuk menambahkan kamar interior permanen. Hal ini untuk mengakomodir pembongkaran struktur jika ada inspeksi mendadak dari komite cagar budaya pemerintah. Meskipun itu belum terjadi dalam 15 tahun terakhir, dan penyewa mengatakan mereka merasa relatif aman dari diusir.

Selain Rohib, ada Sumiyati yang bekerja sebagai binatu dan suaminya, yang bekerja sebagai tukang becak, adalah pendatang dari Madura.

Seperti Rohib dan sebagian besar tetangga, mereka adalah kaum pendatang di Kota Surabaya dengan penghasilan rendah di bawah Upah Minumum Perkotaan (UMK).

Baca Juga  Ganjar Pranowo Bawa Love Bird, Ahmad Muzani Mau Bawa Ayam Jago

Hidup dan tinggal di sekat sekat kamar gedung tua adalah pilihan paling logis bagi mereka. Dengan biaya sewa Rp 2 juta per tahun, ruang bersekat dalam geung kolonial itu jadi pilihan terbaik bagi mereka, daripada harus menyewa rumah dengan harga rata-rata di Kota Surabaya yang mencapai Rp 20 juta per tahun.

Bagi mereka, selama bisa menjadi tempat istirahat tanpa kepanasan dan kedinginan, sekat kamar di dalam gedung tua peninggalan kolonial adalah tempat paling aman.

Bintang Putra, kepala Alter-Shelter, sebuah kelompok yang mempelajari masalah perumahan miskin perkotaan di Surabaya, setuju tentang perubahan fungsi bangunan warisan kolonial.

“Mengingat menurunnya ketersediaan perumahan yang terjangkau di Surabaya, mengubah bangunan lama yang tidak terpakai menjadi perumahan perumahan bisa menguntungkan, selama strukturnya dirawat,” kata Putra.

Terlepas dari fungsi bangunan itu di masa lalu, penduduk pemukiman informal ini setuju. Mengapa mereka memilih untuk menempatinya, “Karena tidak punya pilihan lain”.

Dengan harga tanah yang makin melonjak, sementara orang-orang mendapat upah yang tidak mencukupi, tinggal di perumahan yang memadai dan legal tetap menjadi mimpi indah bagi mereka. (ful/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Gedung Kolonial di Surabaya headline Kawasan Pecinan Surabaya Masjid Ampel Pelabuhan Kalimas VOC

Berita Lainnya

Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Maybank memperluas dampak sosial di ASEAN dengan menjangkau 1,49 juta penerima manfaat melalui pembiayaan inklusif dan pemberdayaan komunitas.

Maybank Salurkan Dampak Sosial ke 1,49 Juta Penerima Manfaat di ASEAN Sepanjang 2025

23 Mei 2026
BCA UMKM Fest 2026 hadir di Indonesia Arena bersama Pagelaran Sabang Merauke dengan ribuan UMKM dan dukungan digitalisasi usaha.

BCA UMKM Fest 2026 Hadir Lebih Meriah, Kolaborasi dengan Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena

22 Mei 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Pizza Day 2026: Harga Bitcoin Turun, tetapi Semangat Adopsi Kripto Tetap Menguat

22 Mei 2026
Ilustrasi Nvidia (foto: Mariia Shalabaieva, unsplash)

NVIDIA Gandeng Ineffable Intelligence Kembangkan Infrastruktur AI Superlearners Berbasis Reinforcement Learning

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.