Jakarta (pilar.id) – Jalur darat hingga saat ini masih menjadi salah satu jalur utama yang diguakan oleh masyarakat ketika mudik Lebaran. Hampir setiap ruas jalan dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten sampai jalan desa dipenuhi dengan hilir-mudik kendaraan.
Mobilisasi masa yang berlangsung secara serentak ini, memang sudah hampir pasti akan menimbulkan kemacetan. Tidak terkecuali di ruas-ruas jalan tol. Untuk itu, penting sebelum berangkat mudik, mengetahui titik-titik ruas tol mana saja yang berpotensi mengalami kemacetan.
Sehingga, kita bisa menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan alternatif agar perjalanan mudik Lebaran 1443 Hijriah nantinya tetap berjalan aman dan nyaman.
“Kami melihat ada beberapa titik kepadatan yang perlu diwaspadai pada saat Mudik Lebaran. Pertama adalah Tol Tangerang-Merak, di mana kepadatan akan terjadi di Gerbang Tol Merak hal ini dikarenakan gerbang tol ini merupakan tujuan akhir dari tol ketika pemudik akan menyeberang ke Pulau Sumatera,” ujar Chief Astra Infra Solutions Ega N Boga dalam Media Gathering online di Jakarta, Rabu (20/4/2022).
Menurut Ega, lonjakan di Gerbang Tol Merak ini tidak serta merta hanya karena gerbang tolnya saja, namun karena Astra Infra harus berhubungan dengan pelabuhan penyeberangan di mana pelabuhan akan menyeberangkan pemudik ke Pulau Sumatera.
“Dengan demikian kami bersama-sama ASDP wilayah Merak untuk benar-benar menyiapkan skenario agar lalu lintas di sana tetap mengalir,” katanya.
Selain koordinasi, Astra Infra juga melakukan rekayasa layanan transaksi dengan menambah beberapa lajur transaksi, serta tentunya ada penambahan-penambahan mobile reader untuk transaksi di luar lajur yang sudah ada.
Sedangkan untuk Tol Cikopo-Palimanan, kepadatan biasanya terjadi di Gerbang Tol Palimanan serta kepadatan di lajur dan beberapa titik khususnya di rest area.
Terkait aktivitas one way dan ganjil-genap tentunya Astra Infra berkoordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian yang melingkupi ruas tol Cipali, ini akan melakukan seluruh aktivitas untuk pelaksanaan one way agar berhasil dengan aman.
Untuk Tol Semarang-Solo biasanya terjadi kepadatan karena lalu lintas yang secara sporadis melaju menuju gerbang tol di Banyumanik. Namun, kepadatan di titik ini menurut diperkirakan bisa cepat terurai karena kapasitasnya cukup besar.
Selain itu, adanya tambahan mobile reader untuk layanan transaksi non-tunai diharapkan bisa membantu kepadatan di titik ini jadi cepat terurai.
Jalur yang lebih patut diwaspadai adalah keluar menuju Bawen dan Salatiga. Di sini biasanya terjadi kepadatan. Sebgai langkah antisipasi, Astra Infra pun telah melakukan koordinasi dengan kepolisianuntuk melakukan rekayasa.
“Jika terjadi kepadatan di Simpang Susun Bawen tentunya ini akan dilakukan pengalihan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, apakah akan dialihkan Salatiga dulu ataupun secara lalu lintas akan dialihkan ke lajur atau gerbang exit selanjutnya di Salatiga,” kata Ega.
Titik-titik kepadatan lainnya yakni di Tol Jombang-Mojokerto dan Tol Pandaan-Malang. Untuk Tol Jombang-Mojokerto biasanya kita ada kepadatan di Mengkreng. Beberapa waktu lalu, kepadatan yang terjadi di titik ini berhasil diurai Astra Infra bersama dengan jajaran kewilayahan.
Salah satu yang jadi sebab adalah karena di wilayah ini terjadi penyempitan dan persimpangan antara kereta api, lalu terdapat jembatan yang masih perlu diwaspadai. Sehingga banyak kendaraan yang memperlambat kecepatannya.
Rencana persiapan untuk mengantisipasi titik kepadatan di Tol Jombang-Mojokerto adalah jika antreannya masuk ke dalam tol, maka Astra Infra akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengambil langkah apakah akan dikeluarkan di gerbang tol berikutnya seperti GT Nganjuk.
Sedangkan untuk Tol Pandaan-Malang biasanya terjadi kepadatan akibat kebutuhan pengaturan di simpang Gerbang Tol Singosari, mengingat gerbang tol ini merupakan lajur yang favorit untuk wisata dan silaturahmi.
“Untuk mengatasi kepadatan di Tol Pandaan-Malang kami tetap melakukan koordinasi dengan regulator, serta upaya-upaya lain guna melancarkan laju kendaraan dari tol ke lajur keluar dengan menyediakan mobile reader dan mengatur traffic light di sisi pertigaan. Selain itu juga melakukan penambahan petugas di sana,” ujar Ega. (fat)










