Pontianak (Pilar.id) – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pabali Musa mengatakan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke-15 dan Aisyiyah ke-11 Kalimantan Barat yang digelar beberapa isu strategis dan tentu tetap menjadi perhatian.
Antara lain adalah membangun kesalehan digital. Dimana dengan berkembangnya teknologi, maka ia berharap agar semuanya mampu memaksimalkan waktu untuk hal yang produktif dan memberikan keteladanan dalam bermedia sosial serta meningkatkan budaya literasi kegiatan keagamaan.
“Sehingga mempererat persatuan umat dengan menawarkan sinergitas keagamaan, sosial dan lain-lain di bidang kemasyarakatan,” kata Pabali Musa.
Pabali Musa menjelaskan bahwa Muhammadiyah terus meningkatkan kualitas SDM dan tata kelola amal usaha khususnya di Muhammadiyah.
“Ini bertujuan untuk mencerahkan dan terus mengukuhkan dan memperkuat kebenaran, kebaikan dan akhlak yang mulia, juga menyukseskan kepemimpinan nasional dan lain-lain,” jelas Pabali Musa.
Lebih Pabali Musa berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkenan untuk hadir pada acara tersebut. “Sepatutnya mengucapkan syukur bahwa semuanya dapat hadir bersama-sama untuk kegiatan Muswil Kalbar di Kota Pontianak ini. Kalau Aisyiyah tadi sebenarnya sudah mencakup sebagian besar dari Muktamar yang memang bersamaan, karena kalau Muswil ke 15 Muhammadiyah Kalbar mengambil tema ‘Memajukan Kalbar Mencerahkan Indonesia’ yang mana mengambil tema Muktamar ke 48 di Solo beberapa waktu lalu dan sangat universal memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta,” imbuh Pabali Musa.
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengajak Muhammadiyah untuk bersama-sama dengan Pemprov Kalbar meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing unggul dalam membangun Kalbar yang lebih maju dari daerah lainnya.
“IPM Kalbar rendah, belum sampai 69 persen, padahal rata-rata nasional sudah di atas 70 persen. Ketika waktu semasa jabatanya saya wali kota dulu IPM ini betul-betul saya perhatikan agar nilainya di atas 78 persen. Maka saya berharap Muhammadiyah bersama-sama dengan Pemprov Kalbar guna meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing unggul dalam membangun Provinsi Kalbar yang lebih maju dari daerah lainnya,” terang Sutarmidji.
Sutarmidji juga mengungkapkan bahwa dirinya sependapat dengan tema digagas dalam Musyawarah Wilayah Muhammadiyah. Menurutnya tema itu sejalan dengan Pemerintah Provinsi Kalbar yang saat ini sedang membangun khususnya pada aspek pengembangan Sumber Daya Manusia.
Ia bahkan menyatakan jika dirinya diberikan dua pilihan untuk mengelola dalam membangun daerah yakni banyaknya sumber daya alam atau banyaknya sumber daya manusia, maka pilihannya pada banyaknya sumber daya manusia.
“Saya kalau boleh memilih apakah kita banyak sumber daya alam atau banyak sumber daya manusia, saya akan memilih sumber daya manusia. Sumber daya alam itu pasti akan habis, yang saya khawatirkan sumber daya alam habis dan masyarakatnya belum pintar. Tapi, kalau sumber daya manusia bagus bisa berkompetisi dengan yang lain sehingga pendapatannya di masyarakat bisa baik. Saya tidak mau masyarakat setempat menjadi penonton di rumahnya sendiri, masyarakat setempat harus jadi pemain utama dalam perubahan dan memajukan daerahnya,” pungkasnya. (din)










