Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Kia PV5 Raih Red Dot Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Kendaraan Listrik Masa Depan Berbasis Pengguna
  • PRISM Tawarkan Diskon Akomodasi Hingga 25 Persen Selama Libur Sekolah, Dukung Wisata Keluarga Lebih Hemat
  • Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Luncurkan Tarif Bersama, Perkuat Konektivitas Singapura-Kuala Lumpur
  • Telkomsel Tanam 26.325 Mangrove dari Langkah Pelari Digiland Run 2026, Dimulai di Pesisir Jakarta
  • AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Catatan Kecil di Balik Liputan Peri Berdaya Papua Field, Juara Anugerah Jurnalistik Pertamina 2022

Catatan Kecil di Balik Liputan Peri Berdaya Papua Field, Juara Anugerah Jurnalistik Pertamina 2022

Peristiwa Titik Kartitiani17 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Titik Kartitiani bersama anak-anak di Papua (foto: dok pribadi)

Jakarta (pilar.id) – Artikel Keajaiban Peri Berdaya, Mimpi Air Bersih jadi Nyata meraih juara III Anugerah Jurnalistik Pertamina 2022 Kategori CSR untuk wilayah Jatimbalinus. Tentu, ada kisah lain di balik artikel tersebut.

Ketika Pilar.ID memberi tugas saya untuk meliput Peri Berdaya (Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat), program CSR-nya PT Pertamina EP Papua Field, saya sedang muram. Saat itu bulan Desember 2021, saya baru sehari di rumah setelah seminggu lebih di sisi Selatan Semeru untuk membuat dokumentasi tentang Avicidtourism Ranu Darungan.

Kejadian yang tak saya lupa, beberapa jam setelah saya berpindah ke Ranu Pani (sisi barat), Semeru erupsi. Tempat saya menginap seminggu lebih, terguyur abu. Erupsi itu menelan korban 50-an orang meninggal dan ribuan orang mengungsi. Perjalanan ke Sorong dengan perasaan campur aduk sebab saya ingat beberapa narasumber yang usai saya wawancara sedang bergelut dengan abu vulkanik.

Sampai di Sorong, saya ketemu dengan Mas Panji B. Surata Aziz dan Pak Hariyanto, Communication Relation & Community Involvement and Development PT Pertamina EP Papua Field. Mereka yang terus menemani saya meliput Peri Berdaya ini. Kisah Pak Hariyanto dalam melaksanakan tugasnya di berbagai wilayah tempat ia ditugaskan Pertamina mengharukan saya. Beberapa memang sesuai yang saya pelajari di Community Development, bidang studi master yang sedang saya jalani saat ini. Saya sedang mengambil S2 Development Communication Science di Pasca Sarjana UNS dengan core study Community Development dan CSR.

Namun selebihnya, pengalaman lapang Pak Hariyanto tak akan dapat didapat dari bangku kuliah. Tataran praktis yang hanya bisa dilakukan dengan bagus ketika orang meletakkan hatinya di sana. Itulah yang saya lihat dari kawan-kawan yang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di Papua.

Bagi saya, Papua adalah enigma. Keindahan ganjil yang selalu dan selalu mengundang saya untuk datang. Saya pertama kali datang ke Papua tahun 2005 di Biak untuk meliput anggrek. Lalu diikuti perjalanan yang lain. Keragaman hayati khususnya flora betul-betul memikat saya. Pengalaman yang membuat saya speechless ketika saya punya kesempatan untuk menyusuri hutan Cagar Alam Pegunungan Arfak, Mei-Juni 2022 lalu. Juga di pinggiran Cagar Alam Cycloop, Jayapura, akhir tahun 2021 dan tempat-tempat lain di Papua. Saya tahu kekayaan ini bukan hanya dari berita, tapi saya melihat sendiri.

Hal itulah yang menjadikan saya kagum dengan sepotong tanah di tempat matahari terbit lebih dulu ini. Namun, hati saya trenyuh ketika kekayaan alam yang demikian melimpah namun tak bisa diakses untuk kebahagiaan hidup masyarakat di sana karena gap pengetahuan.

Ketika saya mengunjungi Distrik Klamono, di hutan yang baru saja dibuka untuk lahan, saya melihat keragaman tumbuhan edibel (yang bisa dimakan). Namun masyarakat di sini kesulitan untuk mendapatkan sayuran dan mahal. Ketika saya ngobrol dengan ibu-ibu di sana, pengertian mereka tentang “sayur” adalah kubis, wortel, dan tanaman C4 lainnya. Tanaman dari sub tropis yang butuh input tinggi. Padahal, di situ ada genjer, paku, dan aneka dedaunan “liar” yang bisa dimakan. Sayuran yang ditumbuhkan Semesta. Banyak sekali. Namun tak ada yang menghubungkan kekayaan itu dengan kebutuhan masyarakat. Pun dengan air.

Bisa Mandi dengan Air Jernih

Menurut Pak Hariyanto, anak-anak di pinggir Sungai Klasafet ini belum pernah melihat dan merasakan air jernih bisa untuk mandi. Mereka hanya tahu, air jernih untuk minum. Air jernih ini harus membeli. Sementara untuk mandi dan kebutuhan lain menggunakan air keruh yang diberikan oleh Sungai Klasafet. Air tanah lebih tak bisa diharapkan, sebab bukan lagi keruh, tapi hitam.

Saya belum mendapatkan jawaban penyebab air Sungai Klasafet keruh. Apakah karena erosi dan sedimentasi di hulu, apakah karena hutannya habis, atau yang lain.

Yang jelas, ketika Program Peri Berdaya masuk dan berhasil menjadikan air jernih masuk ke rumah untuk mandi, pandangan masyarakat khususnya anak-anak tentang air berubah. Ada air jernih yang bisa untuk mandi. Saya melihat mata anak-anak yang sungguh bahagia ketika air memancar untuk pertama kali. Antara tidak percaya, takjub, dan bingung. Mereka bisa mandi dengan air jernih.

Anak-anak di seluruh dunia tentu sangat suka bermain air. Selama ini, untuk mendapatkan air keruh pun, mereka harus mengangkut dari sungai atau mandi di sungai. Ketika air jernih mengalir masuk ke pekarangan hingga pintu rumah, saya masih ingat mata jernih anak-anak itu bergembira.

“Eee Tante, ko bisa ikut main air ka?” kata Hesra Thesya (12tahun) sambil mengacungkan jari. Air jernih mengguyurnya.
“Saya suka main air, tapi jangan kauacungkan jari tengah begitu. Tante takut” kata saya.
“Ini salam metal, Tante.”
“Salam metal tidak begitu, salah jari itu.”
“Itu suda…”

Peri Berdaya memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Mereka mendapatkan hak atas air. Air yang digunakan lebih sehat. Mereka pun bisa mengembangkan usaha lain dengan air ini. Namun ada hal yang rasanya tak mudah untuk ditabulasikan: ingatan komunal anak-anak di pinggir Sungai Klasafet ketika bisa bermain air jernih.

Hal inilah yang saya tulis di artikel Keajaiban Peri Berdaya, Mimpi Air Bersih jadi Nyata (Pilar.id, 17 Desember 2021). Terima kasih kepada para juri. Kebahagiaan ini saya persembahakan untuk Medji, Kristianto, Isak, Hesra, dan kawan-kawan kecil saya di Klamono yang bahkan tak membaca tulisan ini. Salam sayang dari Tante (Titik Kartitiani/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

Berita Lainnya

Kia PV5

Kia PV5 Raih Red Dot Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Kendaraan Listrik Masa Depan Berbasis Pengguna

23 Juni 2026
Argya Jimbaran

PRISM Tawarkan Diskon Akomodasi Hingga 25 Persen Selama Libur Sekolah, Dukung Wisata Keluarga Lebih Hemat

23 Juni 2026
Singapore Airlines

Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Luncurkan Tarif Bersama, Perkuat Konektivitas Singapura-Kuala Lumpur

23 Juni 2026
Telkomsel memulai penanaman 26.325 pohon mangrove hasil konversi jarak tempuh peserta Digiland Run 2026 untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Telkomsel Tanam 26.325 Mangrove dari Langkah Pelari Digiland Run 2026, Dimulai di Pesisir Jakarta

23 Juni 2026
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia

AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027

23 Juni 2026
Kemnaker dan Huawei menjalin kerja sama pengembangan SDM melalui pendidikan vokasi, pelatihan, magang, dan penyerapan tenaga kerja.

Kemnaker dan Huawei Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Cetak SDM Unggul Siap Hadapi Era Digital

23 Juni 2026
AQUVIVA mengajak masyarakat menerapkan panduan hidrasi 3-2-1 guna menjaga kebutuhan cairan tubuh dan mendukung gaya hidup sehat.

Hari Hidrasi Nasional 2026: AQUVIVA Kenalkan Panduan Hidrasi 3-2-1 untuk Dukung Gaya Hidup Sehat

23 Juni 2026
PHE dan anak usahanya meraih puluhan penghargaan APQ Award Pertamina 2026 berkat inovasi, kinerja unggul, dan komitmen keberlanjutan.

PHE Borong Penghargaan APQ Award Pertamina 2026, Bukti Kuat Budaya Inovasi dan Kinerja Unggul

23 Juni 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Kukuhkan Hasoloan Manalu sebagai Kepala BPKP Jatim, Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

23 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia

AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027

23 Juni 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Stimulus Ekonomi 2026: Bea Masuk LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat Resmi Jadi 0 Persen

22 Juni 2026
Meilinda Istiqomah

Alumnus UNAIR Cetak Wirausahawan Muda Perikanan Lewat Kelompok Usaha Siswa di Pamekasan

21 Juni 2026
Lulusan Teknik Biomedis UNAIR asal Yaman, Muaadh Omar Mohammed Hadi, berkomitmen mengembangkan layanan kesehatan di negaranya usai meraih IPK 3,63.

Lulus Teknik Biomedis UNAIR dengan IPK 3,63, Mahasiswa Asal Yaman Siap Majukan Layanan Kesehatan Negaranya

20 Juni 2026
Arumi Bachsin

Arumi Bachsin Dorong Batik Jawa Timur Mendunia Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

20 Juni 2026
Berita Lainnya
Kia PV5

Kia PV5 Raih Red Dot Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Kendaraan Listrik Masa Depan Berbasis Pengguna

23 Juni 2026
Argya Jimbaran

PRISM Tawarkan Diskon Akomodasi Hingga 25 Persen Selama Libur Sekolah, Dukung Wisata Keluarga Lebih Hemat

23 Juni 2026
Singapore Airlines

Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Luncurkan Tarif Bersama, Perkuat Konektivitas Singapura-Kuala Lumpur

23 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.