Surabaya (pilar.id) – Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD, mengungkapkan bahwa program guru ngaji digaji yang diusung bersama calon presiden Ganjar Pranowo akan dibiayai melalui dana abadi pengembangan pesantren. Pernyataan ini disampaikan oleh Mahfud dalam acara di Jatim International Expo (JIE), Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/1/2023).
Menurut Mahfud, anggaran untuk program ini berasal dari dana abadi pengembangan pesantren yang jumlahnya mencapai Rp138 triliun. Dalam penjelasannya, Mahfud mengungkapkan, “Ada yang berkata, ‘Pak, dari mana duitnya?’ Saudara, kita punya dana abadi untuk pengembangan pesantren dan lain-lain. Itu jumlahnya Rp138 triliun. Iya, Rp138 triliun.”
Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa bila terpilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, dana abadi tersebut akan dikelola oleh timnya. “Tahu tidak Rp1 triliun itu berapa? Rp1 triliun itu Rp1.000 miliar. Rp1 miliar itu berapa? Rp1.000 juta. Nah itu, jadi kita punya dana tinggal kita mengelola dan membuat kebijakan untuk penggunaan dana itu. Insyaallah,” tambahnya.
Mahfud menyatakan kekhawatiran terhadap nasib dan kesejahteraan guru, termasuk guru ngaji, yang saat ini dinilainya tidak mendapat perhatian yang cukup. Ia berjanji untuk meluncurkan program guru ngaji digaji yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru yang telah berkontribusi dalam mencetak kader-kader bangsa.
“Oleh sebab itu, kalau nanti Allah menakdirkan, dan Saudara tentu saja mendukung, Pak Ganjar jadi presiden, saya jadi wakil presiden, saya punya program untuk guru,” ujar Mahfud.
Mahfud menekankan bahwa program ini akan memberikan jaminan atau peningkatan kesejahteraan bagi guru ngaji di seluruh Indonesia. “Guru-guru madrasah yang gajinya tidak jelas, guru-guru ngaji yang gajinya tidak pernah ada yang ngurus. Itu nanti akan disediakan gaji yang bisa menjamin atau meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya. (riq/hdl)










