Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat merespons laporan genangan air di lingkungan SDN Ujung V Surabaya setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu malam, 4 Januari 2026. Langkah cepat dilakukan untuk memastikan kondisi sekolah aman dan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan normal.
Melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Pemkot turun langsung ke lokasi guna memantau kondisi lapangan sekolah yang sempat tergenang air. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa genangan telah surut dan tidak berdampak pada ruang kelas maupun aktivitas pembelajaran siswa.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan bahwa proses KBM di SDN Ujung V tetap berlangsung seperti biasa. Meski genangan hanya terjadi di area lapangan sekolah, evaluasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sebagai tindak lanjut, Dispendik bersama jajaran terkait melakukan identifikasi penyebab genangan. Hasil sementara menunjukkan adanya beberapa titik saluran air di sekitar sekolah yang tidak berfungsi optimal, sehingga aliran air terhambat dan menyebabkan genangan di area lapangan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Surabaya akan melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air di lingkungan sekolah. Dispendik juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya guna mempercepat penanganan teknis di lapangan.
Selain itu, koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Opsi teknis seperti pembuatan sodetan atau perbaikan sistem drainase tengah dikaji agar aliran air dapat segera keluar dari area sekolah saat hujan turun.
Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar. Upaya pengecekan saluran secara serentak di sejumlah titik juga dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menjaga fasilitas pendidikan dari risiko genangan air di masa mendatang. (rio)










