Surabaya (pilar.id) – Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani, hadir dalam acara kirab dan penyerahan maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya di kawasan Kota Lama Zona Eropa.
Dalam acara tersebut, KPU Kota Surabaya secara simbolis menerima maskot Si Jali (Jatim Memilih) beserta Kerto dan Kerti dari KPU Kota Mojokerto.
Acara kirab ini disambut antusias oleh ribuan peserta, termasuk petugas Badan Adhoc seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang juga tampil dalam flash mob dengan busana adat dari berbagai daerah. Dalam sambutannya, PJs Restu Novi menekankan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pilkada serentak 2024.
“Kehadiran saya di sini menunjukkan bahwa Kota Surabaya berkomitmen bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, dan Forum Pemimpin Daerah (Forkopimda) untuk mengamankan Pilkada serentak di Kota Pahlawan,” ujarnya.
Restu Novi juga berharap partisipasi pemilih di Surabaya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menargetkan lebih dari 76 persen suara. “Kita ingin jumlah pemilih lebih banyak dari tahun lalu, sama dengan target pemilu sebelumnya,” harapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 November 2024. “Ini adalah kesempatan untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk membangun Kota Surabaya dan Jawa Timur tercinta,” tambahnya.
Selain itu, PJs Restu mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menjaga netralitas dalam Pilkada. “Netralitas ASN harus dijaga. Pilihlah dengan hati agar pemilihan tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Surabaya bidang Sosialisasi, Subairi, menyatakan bahwa kirab maskot akan dilanjutkan ke 31 kecamatan di Kota Surabaya untuk memastikan kesiapan PPK dan PPS dalam sosialisasi kepada masyarakat.
“Diharapkan partisipasi masyarakat semakin tinggi, terutama karena tahun ini kita tidak hanya memilih Wali Kota Surabaya, tetapi juga Gubernur Jawa Timur,” pungkas Subairi. (rio/hdl)










