Jakarta (pilar.id) – Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bakal dimulai tahun 2023. Banyak yang pesimis proyek tersebut bakal berjalan dengan lancar, apalagi tahun depan diprediksi ekonomi dunia akan gelap gulita.
Co Founder sekaligus Direktur Eksekuif Segara Institute, Piter Abdullah Redjalam, sepakat bahwa dunia diramalkan bakal mengalami resesi. Tetapi, bukan berarti Indonesia juga harus ikut-ikutan resesi.
Menurutnya, Indonesia diperkirakan akan mampu bertahan di tengah gejolak dunia. Hal ini juga diakui lembaga keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF).
Dia memprediksi, Indonesia akan melanjutkan pemulihan ekonomi dan akan tumbuh positif walaupun melambat sebagai dampak gejolak ekonomi dunia.
“Tidak ada alasan untuk meragukan keberlangsungan proyek IKN. Proyek IKN sendiri bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi dalam upaya kita mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Piter di Jakarta, Rabu (26/10/2022).
Ia menuturkan, Presiden Jokowi memiliki alasan untuk tetap optimis terkait proyek IKN. Karena menurut dia, sudah seyogiyanya pemimpin harus membangkitkan semangat dengan mengobarkan optimisme, walau bagaimanapun buruknya kondisi yang dihadapi.
Apalagi, kondisi saat ini sesungguhnya cukup menggembirakan. Indonesia terus mencatatkan kinerja perekonomian yang membaik di tengah banyak negara mengalami tekanan karena meroketnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.
Sementara, perekonomian Indonesia relatif stabil dan sehat. Inflasi masih terjaga cukup rendah, bahkan Indonesia terus mencatatkan surplus neraca perdagangan.
Oleh sebab itu, proyek IKN seharusnya disambut positif. Sebab, memindahkan Ibu Kota adalah rencana yang tertunda sejak presiden pertama. Pemindahan Ibu Kota adalah bagian dari strategi untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi ketimpangan.
“Proyek IKN harus disambut positif. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita punya keberanian melakukan pemindahan Ibu Kota?” tegasnya.
Di sisi lain terkait kekhawatiran beberapa pihak terkait investor yang bakal didominasi swasta, Piter berpandangan sebaliknya. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan dominasi swasta. Saat ini justru yang dikeluhkan oleh swasta sesungguhnya adalah dominasi negara yang direpresentasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Piter menegaskan, pembangunan mega proyek seperti IKN tidak bisa tumbuh optimal tanpa swasta yang kuat. Pilar-pilar ekonomi sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Dasar (UUD) adalah BUMN, swasta dan koperasi.
“Kita tidak boleh anti-swasta. Swasta adalah pilar ekonomi yang juga harus kokoh, termasuk dalam membangun IKN,” ujar Piter.
Kemarin, Seelasa (25/10/2022), Presiden Jokowi mengungkapkan keyakinan bahwa pada Januari 2023 nanti gedung-gedung sudah terbangun di IKN.
Presiden menjelaskan yang terbangun pada Januari nanti bukan hanya gedung-gedung pemerintah, tetapi juga yang diperuntukkan dan dipergunakan sektor swasta, sebagai penanda pusat perekonomian baru di wilayah IKN.
“Nanti bisa kita lihat di bulan Januari insya Allah bukan hanya gedung-gedung nya pemerintah, tetapi private sector/sektor swasta, investor, PPP (public private partnership), sudah pada masuk dan mulai. Ini yang nanti akan menggeliatkan IKN betul-betul sebagai pusat perekonomian baru dan kita harapkan ini terus bergerak,” kata Jokowi. (her/din)










