Malang (pilar,id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengukuhkan Malang Creative Center (MCC) dengan harapan bahwa cita-cita untuk mencapai status Kota Kreatif Dunia pada tahun 2025 akan terwujud. MCC diresmikan dan diluncurkan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Malang, Jumat (22/9/2023).
Peresmian MCC ditandai dengan penekanan tombol pada layar LED dan penandatanganan prasasti digital oleh Gubernur Khofifah, Walikota Malang Sutiaji, Sesditjen IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, serta Sekda Kota Malang.
MCC, yang mengusung tagline ‘Creative Culture Ambience,’ diinisiasi oleh Pemerintah Kota Malang dengan tujuan utama memberdayakan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri kreatif. Gedung MCC yang memiliki delapan lantai ini memiliki konsep replika Candi Badut, salah satu candi tertua di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah sangat optimis bahwa MCC akan menjadi pusat kolaborasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif. Dalam pidatonya, dia menyatakan, “Dengan adanya ekosistem ekonomi kreatif yang menggabungkan kreativitas, inovasi, keahlian, dan nilai budaya, maka akan menghasilkan produk dengan nilai tambah sosial, budaya, dan ekonomi.”
Khofifah juga menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan produktivitas dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menurunkan tingkat pengangguran. Dia menegaskan bahwa kolaborasi antara pelaku industri kreatif, pemerintah, pendidikan, media, sektor swasta, dan lembaga keuangan sangat diperlukan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif.
Selain itu, Khofifah mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki tingkat kontribusi yang tinggi terhadap ekonomi kreatif nasional, mencapai 20,85 persen, melebihi rata-rata nasional sebesar 14 persen. Provinsi ini memiliki potensi besar di subsektor kuliner (74,07 persen), fashion (14,41 persen), dan kriya (7,25 persen).
Menyikapi perkembangan teknologi digital, Khofifah juga meramalkan bahwa subsektor ekonomi kreatif berbasis teknologi, seperti film, animasi, video, aplikasi, dan permainan interaktif, akan semakin penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di masa mendatang.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Malang, Khofifah mengungkapkan bahwa King’s College University, kampus peringkat 37 dunia, akan membuka kampus di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari Malang. Tiga program studi master degree akan ditawarkan, yaitu digital marketing, digital media, dan creative industry.
Walikota Malang, Sutiaji, menekankan bahwa MCC adalah proyek yang dikelola oleh komunitas untuk komunitas. Dia yakin bahwa MCC akan memperkaya ekosistem kreatif di Malang dan Jawa Timur untuk 17 subsektor ekonomi kreatif.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan Pemkot Malang tentang pemanfaatan Malang Creative Center. Setelah acara, Gubernur Khofifah meninjau berbagai fasilitas di MCC, termasuk ruang animasi, co-working space, dan stan-stan pelaku ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan kriya. (tok/ted)









