Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Webinar Universitas Paramadina Kupas Pseudo-Spiritualitas dan Budaya Korupsi di Negara Religius

Webinar Universitas Paramadina Kupas Pseudo-Spiritualitas dan Budaya Korupsi di Negara Religius

Peristiwa Ahmad Zulfikar15 Maret 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Webinar Pseudo-Spiritualitas, Religius Tapi Gemar Korupsi, bagian dari Program Ramadan 2025: Spiritualitas di Era Digital.
Webinar Pseudo-Spiritualitas, Religius Tapi Gemar Korupsi, bagian dari Program Ramadan 2025: Spiritualitas di Era Digital.

Jakarta (pilar.id) – The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk Pseudo-Spiritualitas, Religius Tapi Gemar Korupsi, bagian dari Program Ramadan 2025: Spiritualitas di Era Digital.

Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Media Zainul Bahri (Guru Besar Pemikiran Islam UIN Jakarta) dan Dida Darul Ulum, M.A (Peneliti Megawati Institute), dengan Maya Fransiska, S.Ag (Peneliti The Lead Institute) sebagai moderator. Webinar berlangsung secara daring.

Ketua The Lead Institute, Dr. phil. Suratno Muchoeri, membuka diskusi dengan mengkritisi hipokrisi dalam masyarakat Indonesia, sebagaimana dijelaskan Mochtar Lubis dalam bukunya Manusia Indonesia (1977).

Menurut Dr. Suratno, hipokrisi ini berakar pada dua faktor utama. Pertama, feodalisme, yang melahirkan mentalitas asal bapak senang. Kedua pemisahan agama dari etika, di mana agama lebih menjadi simbol daripada pedoman moral.

“Ini ironi besar. Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim yang memahami bahwa Islam diturunkan untuk menyempurnakan akhlak, tetapi korupsi masih merajalela,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kemunafikan dalam Islam, yaitu: berbicara bohong, mengingkari janji, dan berkhianat dalam amanah. Namun, meskipun ajaran Islam menekankan nilai-nilai moral, mengapa praktik korupsi tetap langgeng?

Islam Pop, Kapitalisme, dan Hedonisme

Prof. Dr. Media Zainul Bahri menjelaskan bahwa religiusitas masyarakat Indonesia tidak selalu berbanding lurus dengan integritas moral.

“Budaya permisif dan guyub yang ada dalam masyarakat kita, meskipun positif, justru bisa menyuburkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ungkapnya.

Baca Juga  Agama dan Kebangsaan: Kompatibilitas Islam dan Nilai-Nilai Kebangsaan di Indonesia

Ia juga menyoroti fenomena Islam Pop, yang muncul sejak era 70-an dan semakin berkembang dalam arus kapitalisme dan hedonisme. Agama lebih sering dijadikan identitas simbolik ketimbang pedoman moral.

“Kita melihat politisi dan pejabat memahami Islam secara mendalam, tetapi tetap terjerat korupsi. Ini karena keberagamaan lebih dipahami sebagai tampilan luar, bukan substansi,” tambahnya.

Negara Religius dalam Kubangan Korupsi

Dida Darul Ulum, M.A membandingkan kondisi Indonesia dengan Gotham City dalam trilogi The Dark Knight karya Christopher Nolan.

Ia mengutip laporan majalah CEOWORLD (8 April 2024) yang menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh negara paling religius di dunia. Namun, ironi terjadi karena indeks persepsi korupsi Indonesia tetap tinggi.

Dida menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara religion (agama sebagai keyakinan) dan religiosity (keberagamaan dalam perilaku) menjadi kunci.

“Percaya kepada Tuhan saja tidak cukup. Keberagamaan sejati adalah menjalankan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia memetakan tiga faktor utama penyebab korupsi tetap subur di Indonesia:

  1. Struktur pemerintahan yang koruptif
  2. Budaya yang permisif terhadap korupsi
  3. Sikap apatis masyarakat yang menganggap korupsi sebagai hal lumrah

Agama Hanya Ritual, Bukan Landasan Moral

Menurut Dida, kelemahan terbesar dalam pendekatan keberagamaan di Indonesia adalah agama lebih sering dipahami sebatas ritual, bukan sebagai etika sosial.

“Ritus keagamaan penting, tetapi tanpa dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, maknanya hilang,” tegasnya.

Baca Juga  Rektor Paramadina: Pemimpin Negara Lain Harus Contoh Jokowi, Bawa Misi Perdamaian ke Ukraina dan Rusia

Ia menekankan bahwa pesan utama agama adalah membangun akhlak dan etika sosial, sebagaimana sabda Nabi Muhammad, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.”

“Kesalehan personal harus ditransformasikan ke kesalehan sosial. Kita perlu pemimpin dan tokoh agama yang benar-benar bisa diteladani,” tambahnya.

Transformasi Kesalehan Personal ke Kesalehan Sosial

Para pembicara sepakat bahwa pemahaman agama harus bergeser dari sekadar ritual menuju praktik nyata dalam kehidupan sosial.

Diperlukan perubahan pada berbagai aspek, seperti keteladanan pemimpin dan tokoh agama, transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan, dan  pendidikan yang menekankan pembangunan karakter dan moral.

Dida menutup diskusi dengan menyebut tokoh-tokoh Islam seperti Gus Dur, Prof. Mukti Ali, Nurcholish Madjid, dan Syafi’i Ma’arif sebagai contoh pemimpin yang mengedepankan integritas dan moralitas.

“Kesederhanaan bukan sekadar gimmick. Kita butuh pemimpin yang benar-benar bisa menjadi panutan,” pungkasnya.

Webinar ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat Indonesia dalam memahami peran agama sebagai bukan hanya simbol, tetapi juga landasan moral dalam membangun bangsa yang bersih dari korupsi. (mad/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina

Universitas Paramadina Soroti Krisis Mahasiswa Baru PTS, Apresiasi Dukungan LLDIKTI Wilayah III

6 Juni 2026
Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.