Surabaya (pilar.id) – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur. Salah satu kader terbaik mereka, Whisnu Sakti Buana, telah berpulang ke hadirat Allah SWT.
Seperti ditulis beritajatim.com, almarhum yang akrab dipanggil Mas Whisnu ini menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu, 27 Mei 2023, pukul 23.17 malam di Rumah Sakit HCOS Premier Surabaya. Rumah duka berada di Palm Beach FL2-18 Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur, MH Said Abdullah, menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian rekan seperjuangannya tersebut.
“Kami dan pengurus DPD PDIP Jawa Timur, serta seluruh kader partai, ikut berduka cita atas meninggalnya sahabat seperjuangan, almarhum Whisnu Sakti Buana,” ujar Said Abdullah.
“Kita semua menyaksikan dan mengenal perjalanan almarhum saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Wakil Wali Kota Surabaya, hingga Wali Kota Surabaya, serta sebagai pengurus DPD PDIP. Karakter dan empatinya terhadap wong cilik melekat dalam dirinya. Jejak perjuangannya masih kita rasakan hingga saat ini. Dia adalah sosok pejuang bagi wong cilik,” tambah Said.
“Kami merasa sangat kehilangan dengan kepergiannya yang begitu mendadak. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Dan semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan menghadapinya. Amin,” lanjutnya.
Almarhum saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Jawa Timur. Lahir pada 22 Oktober 1974, Whisnu Sakti pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya dan kemudian menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada tahun 2021.
“Kehilangan ini dirasakan oleh kita semua, salah satu kader terbaik dan pejuang yang gigih bagi partai,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, pada Minggu, 28 Mei 2023.
Whisnu Sakti merupakan putra bungsu dari mantan Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Sutjipto. Dalam perjalanan karir organisasinya, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Surabaya dan dua kali menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya (2009-2019).
Di era reformasi, Whisnu juga memimpin Posko Pandegiling yang menjadi pusat pergerakan kader PDIP dan massa rakyat.
Dalam karir pemerintahan, Whisnu pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Wakil Wali Kota Surabaya, dan Wali Kota Surabaya menggantikan Tri Rismaharini.
“Sugeng tindak (selamat jalan) Mas Whisnu, doa terbaik dari kami semua. Semoga beristirahat dalam kedamaian Allah SWT dan mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya, amin,” ucap Adi.
Politikus yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya tersebut menambahkan bahwa ia mengenal Whisnu sebagai sosok yang ramah dan peduli. Whisnu juga selalu murah hati dalam membimbing para pemuda yang baru berkecimpung di partai.
“Mas Whisnu selalu mengajarkan dan memberikan teladan tentang komitmen kerja kerakyatan dan kepedulian kepada sesama kepada kita semua,” tambah Adi. (hdl)










