Surabaya (pilar.id) – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, memuji kinerja Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji yang dianggap mampu mengakselerasi pembangunan berkelanjutan di Surabaya, sehingga berbagai permasalahan di wilayah ini dapat diselesaikan dengan optimal.
“Saya melihat pertumbuhan di Surabaya terus bergerak optimistis di berbagai sektor pembangunan, karena di masa kepemimpinan Pak Eri dan Pak Armuji semuanya digerakkan dan digenjot habis-habisan,” ungkap Awi, panggilan akrab Adi Sutarwijono, Senin (27/5/2024).
Optimalisasi pembangunan ini, lanjut Awi, dikarenakan kemampuan Eri dan Armuji dalam membaca kebutuhan warga Surabaya, yang diakomodasi melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan forum lainnya, baik dengan DPRD maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Sehingga ketika pengusulan anggaran dalam Rancangan APBD dan penetapan APBD, kepentingan-kepentingan masyarakat bisa terwadahi untuk direalisasikan,” tambah mantan wartawan ini.
Salah satu contoh keberhasilan Eri dan Armuji adalah dalam memperluas akses kesehatan dengan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Timur. Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Medokan Asri Tengah, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut ini menjadi terobosan untuk memeratakan pelayanan kesehatan.
“Pemkot Surabaya sebelumnya sudah punya RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RSUD dr Soewandhie. Masyarakat juga sudah dipermudah, kini berobat cukup memakai KTP,” jelas Awi.
Menurut data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), progres pembangunan RSUD Surabaya Timur mencapai sekitar 45,9 persen dan diharapkan beroperasi pada September 2025.
Awi juga menyebut keberhasilan wali kota dan wakil wali kota dalam meneruskan kebijakan pemerintahan sebelumnya, terutama terkait pemerataan pendidikan. Mereka memberikan intervensi kepada keluarga tidak mampu dan menyamaratakan kualitas antara sekolah negeri dan swasta.
Total kuota beasiswa pendidikan di Kota Surabaya mulai jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perkuliahan di tahun 2024 mencapai 25.919 penerima, meningkat dari 2023 yang sebanyak 1.339 pelajar. Program ini termasuk “Beasiswa Penghafal Kitab Suci” untuk jenjang TK-SD dengan kuota 1.419 penerima di tahun 2024, dan “Beasiswa Pemuda Tangguh” untuk pelajar SMA/SMK/MA dan mahasiswa yang ditingkatkan dari 20.356 peserta di 2023 menjadi 21.000 tahun ini.
Adi optimistis langkah ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Surabaya dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih baik dari generasi ke generasi berikutnya.
“Wali kota dan wakil wali kota mampu menunjukkan keberpihakan-nya kepada masyarakat,” ujarnya.
Awi menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari semangat gotong royong yang ditanamkan oleh Eri dan Armuji, mulai dari pengurus RT/RW, aparat kelurahan dan kecamatan, hingga jajaran kedinasan di lingkungan pemkot.
“Ini menjadi daya dongkrak terhadap partisipasi masyarakat pada pembangunan di Surabaya serta selaras dengan jumlah anggaran pendapatan dan belanja daerah,” ucapnya.
Adi berharap seluruh keberhasilan pelaksanaan dan tata kelola pembangunan ini dapat ditingkatkan seiring bertambahnya usia Kota Surabaya yang menginjak 731 tahun pada 31 Mei 2024.
“Surabaya semakin bergerak ke arah lebih baik dan tidak kehilangan jati diri. Sebab, kota ini berkembang karena adanya kepedulian antarsesama warga,” tutup Awi. (hdl)










