Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal ini diwujudkan dengan penyaluran Paket Makanan Tambahan (PMT) bagi balita wasting dan ibu hamil di Aula Kelurahan Meri, Rabu (20/8).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian tujuan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga seluruh daerah.
“Tujuan nasional yang harus kita sengkuyung bersama adalah mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu sektor pentingnya adalah penyiapan SDM yang sehat, dan indikatornya generasi penerus bangsa bebas stunting. Karena itu, kita harus memastikan sejak dini kesehatan anak-anak terjaga, bahkan dimulai dari kesiapan calon orang tuanya,” ujar Ning Ita.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Mojokerto menyalurkan PMT selama 56 hari untuk dua balita wasting. Selain itu, diserahkan pula paket berisi telur, biskuit, dan susu UHT bagi delapan balita wasting, serta susu khusus untuk empat ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Ning Ita juga mengapresiasi capaian zero stunting yang berhasil dipertahankan oleh Kelurahan Meri. Ia menekankan pentingnya menjaga prestasi tersebut serta mendorong 18 kelurahan lainnya meniru langkah positif ini.
“Saya terima kasih kalau di Meri ini sudah zero stunting. Semoga prestasi ini bisa kita pertahankan. Saya minta jajaran Puskesmas, kelurahan, kader kesehatan, dan tentu saja PKK, terus bersinergi agar capaian ini tidak menurun. Harapan saya, 18 kelurahan lainnya juga bisa meniru keberhasilan Meri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan setelah anak lahir. Edukasi sejak dini, termasuk kepada ibu hamil dan calon pengantin, menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan fisik maupun mental sebelum menjadi orang tua.
“Kesehatan anak-anak sangat ditentukan oleh kesehatan orang tuanya. Kalau yang mengandung belum siap secara mental, psikis, maupun fisik, tentu akan berpengaruh pada kondisi anak. Karena itu, edukasi sejak sebelum hamil menjadi penting agar mereka benar-benar siap,” tambahnya.
Menutup arahannya, Ning Ita berpesan agar para orang tua, khususnya ibu, selalu menjaga dan mendampingi anak-anaknya. Ia berharap generasi muda Mojokerto dapat tumbuh menjadi pribadi cerdas, unggul, dan mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (tin)










