Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar
  • Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes
  • Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP
  • Anatomi Sovereign Default: Lima Indikator Utama dan Dampak Runtuhnya Trias Politika pada Kebangkrutan Negara
  • Perkuat Budaya Layanan, BNI Adopsi Program CX100 Danantara demi Pengalaman Nasabah Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Lingkungan»Darurat Sampah Plastik, Sungai Bahan Baku PDAM Bengkulu Mengandung 20 Partikel Mikroplastik

Darurat Sampah Plastik, Sungai Bahan Baku PDAM Bengkulu Mengandung 20 Partikel Mikroplastik

Lingkungan M. Fathur Rohman5 Mei 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tim peneliti Mapetala Bengkulu dan Ekspedisi Sungai Nusantara melakukan penelitian dan brnad audit sampah plastik yang ada di Kota Bengkulu (Foto: Istimewa)

Bengkulu (pilar.id) – Pastik merupakan produk industri yang sangat mudah kita temukan di kehidupan sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki barang yang terbuat dari plastik. Mulai dari alat-alat dapur, alat kerja, tempat makanan, sampai berbagai macam aksesoris.

Namun, seperti yang juga sudah jamak diketahui, bahwa sampah plastik memiliki dampak yang besar bagi lingkungan. Sebab, ia merupakan produk industri yang tidak bisa terurai. Sehingga, akan terus menumpuk dan menumpuk ketika di buang sembarangan begitu saja.

Salah satu yang menjadi faktor terbesar dari produk plastik bagi lingkungan adalah banyaknya berbagai macam produk yang dikemas menggunakan plastik sekali pakai. Mulai dari makanan, sabun, sampai tas plastik yang jamak digunakan untuk berbagi macam kebutuhan.

Dampak besar sampah plastik bagi lingkungan dan kehidupan manusia ini, dari hari ke hari semakin menghawatirkan. Dari temuan tim peneliti Mahasiswa Pecinta Alam (Mapetala) Bengkulu, sumber air PDAM Bengkulu dari Sungai Nelas dan Air Bengkulu telah terkontaminasi mikroplastik 10-20 partikel dalam 100 liter air.

”Bahkan, di dalam tubuh ikan yang ada di Pantai Segara Bengkulu ditemukan 16-41 partikel mikroplastik dalam setiap ekor ikan yang di teliti,” Ungkap Ketua Mapetala Bengkulu, Andi Kurnia.

Data tersebut, didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu periode September 2020 hingga februari 2021. Mereka meneliti beberapa jenis ikan termasuk, Ikan Layur (Trichiurus lepturus), Ikan Gulama (Johnius trachycephalus), Ikan Kuwe (Carangoides caeruleopinnatus) Ikan Lemah (Lactarius lactarius ) dan Ikan Lencam (Lethrinus lentjan).

Demi mengetahui dampak dari sampah plastik yang ada di Bengkulu, Tim Peneliti Mapetala Bengkulu pun melakukan penelitian di Pantai Panjang Bengkulu. Penelitian ini mereka lakukan bersama tim Ekspedisi Sungai Nusantara.

Baca Juga  Festival Musik Java Jazz 2022 Hasilkan 6,3 Ton Sampah yang Siap Didaur Ulang

Dalam kegiatan tersebut, mereka melakukan identifikasi timbulan sampah. Hasilnya, Mapatela menemukan adanya 20 timbulan sampah liar di Kota Bengkulu. Tiga lokasi yang menjadi pusat penumpukan sampah tersebut berada di Pantai Panjang Bengkulu, Tiang penyangga jembatan dan jalanan.

Dalam kegiatan tersebut, mereka bersama Ulayat Bengkulu juga melakukan brand audit. Hasilnya, ada lima brand yang paling banyak ditemukan diantaranya Unilever, Wings, Indofood, Unicharm produsen popok mamy poko, Mayora dan Santos produsen Kopi Kapal api.

“Sistem pengolahan sampah Pemkot Bengkulu menjadi salah satu faktor utama kontribusi sampah plastik ke perairan di Bengkulu, sampah-sampah plastik yang tidak terkelola inilah yang menjadi sumber terbentuknya mikroplastik,” Ungkap Amiruddin Muttaqin, peneliti Ekspedisi Sungai Nusantara.

Lebih lanjut Ketua Mapetala Bengkulu menjelaskan bahwa sampah laut (marine debris) yang di jumpai di Pantai Panjang, sebanyak 65 persen merupakan sampah anorganik. Terdiri dari karet, beling dan yang paling banyak adalah sampah plastik.

Sedankan 35 persen sampah lainnya merupakan sampah organik yang terdiri dari sampah sisa makanan, kayu, daun dan material alam lainnya. Banyaknya tumpukan sampah liar ini, menurut Mapetala terjadi karena pengelolaan sampah yang buruk di Kota Bengkulu.

Terutama, menurut mereka, karena penerapan Perda nomor 2 tahun 2011 tentang pengelolaan plastik di Kota Bengkulu tidak diterapkan dengan benar. Tidak ada proses pengawasan atau pun pemberian sanksi ketika masyarakat tidak melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya fasilitas pembuangan sampah yang ada di Kota Bengkulu. Sehingga, masyarakat masih kerap membuang sampah di sungai, laut dan jalanan.

Baca Juga  Astaga, Udara 5 Kota di Jawa Timur ini Sudah Terkepung Mikroplastik!

Melihat kondisi tersebut, Mapetala bersama Tim Ekspedisi Sungai Nusantara memberikan beberapa rekomendasi bagi Pemerintah Kota Bengkulu. Terutama, agar dampak sampah plastik yang kini sudah terjadi bisa diminimalisir atau bahkan diselesaikan.

Berikut ini, poin-poin rekomendasi yang diberikan Mapetala kepada Pemkot Bengkulu:

1. Pemerintah kota wajib menyediakan tempat sampah organik dan sampah anorganik pada fasilitas umum dan fasilitas social mengacu pada Pasal 19 Perda 2/2011

2. Pemkot harus melakukan upaya pembersihan Clean Up Timbulan sampah plastik di Jembatan-jembatan, sepanjang jalan lintas di Air Sebakul dan timbulan-timbulan sampah disepanjang pantai panjang Bengkulu, mengangkut dan membawa ke TPA

3. Membuat regulasi larangan dan/atau pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai seperti untuk mengurangi timbulnya sampah plastik.

4. Pemkot Bengkulu mengajak dan mendorong Produsen seperti PT Wings, PT Indofood, PT Unilever, PT Unicharm, PT Mayora, PT Santos, PT Nestle, Danone, Coca-cola dan produsen penghasil sampah plastik agar ikut bertanggungjawab atas sampah packaging atau bungkus produk mereka, dalam Undang-undang 18/2008 tentang pengelolaan sampah setiap produsen penghasil sampah berkewajiban untuk ikut bertanggungjawab atas sampah yang mereka hasilkan atau disebut EPR (Extendeed Producer Responsibility).

5. Membuat trashboom atau alat penghalang sampah dipermukaan air sungai untuk mencegah sampah masuk ke Pantai Panjang

6. Mengendalikan sumber-sumber kontaminasi mikroplastik dari rumah tangga dan kegiatan usaha yang menghasilkan sampah sejenis sampah rumah tangga dan limbah cair domestic (Grey water)

7. Membersihkan sungai-sungai di Kota Bengkulu Nihil Sampah mengacu pada PP 22/2021 tentang baku mutu air sungai. (fat)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Ekspedisi Sungai Nusantara kota bengkulu Mapetala Mikroplastik Sampah Plastik

Berita Lainnya

Ilustrasi kampanye mengurangi sampah plastik

Surabaya Siagakan Uji Mikroplastik di Air Hujan, Perkuat Langkah Pencegahan Pencemaran

18 November 2025
Ilustrasi sampah plastik di laut (foto: Naja Bertolt Jensen, unsplash)

Pembakaran Sampah Plastik Jadi Sumber Utama Mikroplastik di Udara 18 Kota Indonesia

24 Oktober 2025
Sekitar 1.500 warga Surabaya ikut aksi bersih-bersih Pantai Tambak Wedi dalam rangka World Cleanup Day 2025, fokus kurangi sampah plastik.

Pemkot Surabaya Ajak Ribuan Warga Bersihkan Pantai Tambak Wedi di World Cleanup Day

21 September 2025
Ocean Integrity Group meluncurkan inisiatif manajemen limbah plastik untuk mengatasi polusi dengan menerapkan solusi inovatif dan berkelanjutan.

Ocean Integrity Bermitra dengan Logistics+ untuk Manajemen Limbah Plastik yang Komprehensif

4 November 2023
Tumpukan sampah plastik di tepi sungai (foto: Fully Syafi, pilar.id)

Lazada dan Archipelagic and Island States Lakukan Langkah Bersama Perangi Sampah Plastik

12 Agustus 2023
Para peserta Lomba Kreasi Sampah Botol Plastik PET dan Seminar Hari Lingkungan Hidup di kota Tarakan, Kalimantan Utara

Pertamina EP Tarakan Field Ajak Pelajar Daur Ulang Sampah Plastik untuk Dukung Lingkungan Berkelanjutan

14 Juli 2023
Setiap tahunnya Blibli mencatat, 2022 tercatat 3 kali peningkatan kumpulan sampah yang diterima dibandingkan tahun 2021. Sementara, tahun ini Blibli Cinta Bumi mencatat kenaikan 2 kali volume di tiap tempat sampah yang Blibli Cinta Bumi letakkan di BNI Java Jazz 2023.

Blibli dan Greeners.co Ajak Pengunjung BNI Java Jazz Festival 2023 Bersihkan Sampah Plastik

27 Juni 2023
Tumpukan sampah di pantai mangrove Surabaya Timur (foto: Hendro D. Laksono, pilar.id)

Lebih dari 200 Ribu Ton Sampah Plastik Nyaris Kotori Laut!

22 Mei 2023

Sebulan Teliti Kualitas Air Kali Pelayaran, Mahasiswa UB Catat Ada 6682 Partikel Mikroplastik per Kilogram

8 April 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Berita Lainnya
POP MART melebarkan sayap ke Indonesia Timur dengan membuka gerai baru di TSM Makassar, lengkap dengan instalasi balon CRYBABY raksasa di Pantai Losari.

Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar

2 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.