Jakarta (pilar.id) – Di tengah pertemuan dengan perwakilan khusus Uni Eropa untuk proses perdamaian Timur Tengah Sven Koopmans, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta dunia agar melindungi rakyat Palestina di tengah eskalasi ketegangan Israel yang signifikan di Tepi Barat, Kamis (14/4/2022).
Abbas mengatakan, pihaknya telah mengkaji serangan berkelanjutan Israel terhadap rakyat Palestina. Ia bahkan menyebut eskalasi ketegangan yang sedang berlangsung itu dengan istilah ‘tak terbendung.
Ketegangan antara Israel dan Palestina berkobar di Tepi Barat dan Yerusalem Timur selama tiga pekan belakangan, terutama selama bulan suci Ramadhan.
Saat yang hampir bersamaan, Reuters melaporkan, polisi Israel juga bentrok dengan warga Palestina di sebuah situs suci di Kota Tua Yerusalem ketika terjadi kekerasan setelah salat subuh pada Jumat (15/4/2022) menurut polisi.
Ketegangan di Yerusalem meningkat saat bulan suci Ramadhan bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen tahun ini.
Pasukan keamanan Israel dalam siaga tinggi setelah serentetan serangan oleh warga Arab yang mematikan di seluruh negeri selama dua pekan terakhir.
Polisi mendatangi kompleks tersebut, yang dianggap Bukit Bait Suci oleh kaum Yahudi dan dianggap sebagai Situs Suci oleh umat Muslim, untuk membubarkan kerumunan.
Saat sekelompok warga Palestina mulai melemparkan batu ke ruang ibadah Yahudi di Tembok Barat, polisi mengatakan mereka memasuki kompleks tersebut untuk membubarkan dan memukul mundur massa. Dinas ambulans Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan sebanyak 59 orang terluka dalam insiden tersebut. (hdl/antara)









