Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Pendidikan»Franz Magnis-Suseno: Keragaman Agama dapat jadi Berkah Sekaligus Bencana

Franz Magnis-Suseno: Keragaman Agama dapat jadi Berkah Sekaligus Bencana

Pendidikan Hendro D. Laksono14 Juni 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Narasumber diskusi, Prof. Franz Magnis Suseno (tengah), Prof. Abdul Hadi (kiri), dan Prof. Dr. Hossein Muttaghi (kanan)
Narasumber diskusi, Prof. Franz Magnis Suseno (tengah), Prof. Abdul Hadi (kiri), dan Prof. Dr. Hossein Muttaghi (kanan)

Jakarta (pilar.id) – Universitas Paramadina bekerjasama dengan al-Musthafa International University dari Iran dan STAI Sadra, dengan dukungan Paramadina Graduate School of Islamic Studies dan Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam, mengadakan seminar internasional bertema ‘Merawat Toleransi Beragama’ di aula Firmanzah Universitas Paramadina, Selasa (13/6/2023).

Seminar tersebut dihadiri oleh tiga guru besar sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Abdul Hadi WM dari Universitas Paramadina, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno dari STF Driyarkara, dan Prof. Dr. Hossein Muttaghi dari al-Musthafa International University. Seminar ini dipandu oleh Dr. M. Subhi-Ibrahim sebagai moderator.

Prof. Franz Magnis-Suseno, narasumber pertama, menjelaskan tentang konsep intoleransi. Menurutnya, intoleransi memiliki dua bentuk, yaitu intoleransi biasa dan intoleransi agama. “Intoleransi biasa adalah sifat alami manusia dalam melihat perbedaan, sedangkan intoleransi agama adalah sikap intoleran yang didasarkan pada ajaran agama.”

Bagi Prof. Franz Magnis-Suseno, keragaman agama dapat menjadi berkah sekaligus bencana. Ia mengatakan, “Kondisi toleransi dan komunikasi antar umat beragama di Indonesia telah berjalan dengan baik, dan hal ini harus terus dijaga melalui pola komunikasi yang saling menghormati, berempati, dan menempatkan agama sebagai rahmat. Contoh terbaik adalah pertemuan dan dialog antara Imam Besar Ahmed al Tayeb dengan Paus Fransiskus.”

Lebih lanjut, Prof. Franz Magnis-Suseno menegaskan bahwa toleransi bukanlah pluralisme agama, karena pluralisme akan melahirkan relativisme. Ia berpendapat bahwa yang perlu dilakukan adalah menyadari perbedaan antar agama.

Baca Juga  Napoli vs Torino: Partenopei Wajib Menang demi Amankan Tiket Liga Champions

Sementara itu, Prof. Abdul Hadi memaparkan pengalaman dan praktik toleransi yang sudah menjadi bagian dari berbagai tradisi di Nusantara. Ia menjelaskan, “Perilaku intoleran atau kekerasan tidak disebabkan oleh ajaran agama, tetapi dipicu oleh faktor politik. Sebagai contoh, ekspansi kerajaan Mataram Islam ke kerajaan Madura yang notabene sesama muslim.”

Prof. Abdul Hadi juga menjelaskan bahwa identitas agama muncul sebagai gerakan yang radikal sebagai konsekuensi dan respons terhadap kolonialisme Belanda.

Narasumber ketiga, Prof. Hossein Muttaghi, mencoba menjelaskan sikap toleransi dan moderasi beragama dengan mengkategorikan tiga kelompok pemikir Muslim. Ia mengatakan, “Kelompok pertama adalah mereka yang menganggap bahwa agama harus menyesuaikan diri dengan kehidupan modern. Mereka dikenal sebagai kelompok modernis, seperti Syed Ahmed. Kelompok kedua cenderung ingin kembali ke masa lalu. Bagi mereka, kehidupan modern harus sesuai dengan ajaran agama. Kelompok ini dikenal sebagai kelompok salafi. Kelompok ketiga adalah mereka yang menginginkan agama sebagai solusi untuk kehidupan modern.”

“Jika agama tidak mampu memainkan peran tersebut, maka agama akan ditinggalkan. Pemikir Muslim yang berada dalam sikap ini, misalnya Murtadha Muthahhari dan Nurcholish Madjid. Kedua tokoh ini teguh memegang Islam dan menganggap Islam sebagai solusi,” tambahnya.

Seminar ini berlangsung selama tiga jam dan diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring). Acara dihadiri oleh kalangan civitas akademika Universitas Paramadina dan STAI Sadra, serta masyarakat umum lainnya. Peserta sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan dan terlibat dalam diskusi hingga akhir seminar. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Franz Magnis-Suseno headline Universitas Paramadina

Berita Lainnya

VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
PT Bank Danamon Indonesia Tbk raih dua penghargaan di Employee Experience Awards 2026 atas inovasi onboarding dan program apresiasi talenta.

Inovasi Budaya Kerja Berbuah Prestasi, Bank Danamon Sabet Dua Penghargaan di Employee Experience Awards 2026

13 Juli 2026
Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) ke-17 di Surabaya

Culture Night Surabaya 2026: 14 Delegasi Seni Dunia dan Domestik Pukau Ribuan Pengunjung

12 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.