Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Indonesia Segera Punya Rupiah Digital

Indonesia Segera Punya Rupiah Digital

Peristiwa Dina Prihatini6 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berbicara dalam pertemuan tahunan dengan pemangku kepentingan keuangan di Jakarta, 30 November 2022. (Foto : voaindonesia)

Jakarta (pilar.id) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan buku putih atau white paper pengembangan rupiah digital Indonesia atau Central Bank Digital Currency (CBDC) yang dinamakan Proyek Garuda. Dengan ini, kata Perry, Indonesia akan segera memiliki rupiah digital.

Dalam acara Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital, di Jakarta, Senin (5/12), Perry menjelaskan perbedaan uang rupiah yang saat ini telah beredar di masyarakat dengan rupiah digital. Perry mengatakan bahwa pada prinsipnya keduanya adalah hal yang sama, yakni alat pembayaran yang sah di Indonesia.

“Bedanya yang ini adalah bentuknya uang kertas, yang itu bentuknya adalah digital. Dalam digital rupiah ada NKRI juga. Fitur-fitur yang ada di uang kertas juga ada dalam digital rupiah. Bedanya, kalau di dalam digital rupiah semuanya enkripsi dalam digital-digital, coding-coding. Coding-nya dienkripsi, yang tahu cuma BI,” ungkap Perry.

Ketika nanti rupiah digital ini resmi beredar, ujar Perry, maka Indonesia akan memiliki tiga jenis alat pembayaran yang sah, yakni rupiah digital, uang rupiah fisik, yakni kertas dan koin serta alat pembayaran dengan menggunakan kartu debit berbasis rekening.

Sebagai salah satu alat pembayaran yang sah, kata Perry rupiah digital ini nantinya bisa digunakan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk membeli barang di metaverse.

“(Rupiah) digital bisa untuk beli rumah, mobil dengan transaksi digital. Untuk membeli barang yang di metaverse juga bisa, itu bedanya kalau yang ini (uang kertas) gak bisa untuk beli di metaverse, karena metaverse judulnya digital. Kalau alat pembayaran digital rupiah bisa dalam metaverse. Itulah yang disebut alat pembayaran digital yang sah yang istilahnya medium of exchange,” paparnya.

Lalu mengapa BI merasa perlu dan harus menerbitkan rupiah digital tersebut? Perry mengatakan sebagai bank sentral, BI ingin melayani masyarakat dengan lebih baik. Dengan 60 persen populasi penduduk Indonesia yang berasal dari kalangan milennial digitalisasi di bidang keuangan harus terus dilakukan oleh pihak regulator.

Baca Juga  Bank Indonesia Luncurkan Design Uang Digital Rupiah

“Tapi di Indonesia yang kurang lebih 60 persen termasuk kaum milenial, anak cucu kita itu memerlukan alat pembayaran digital. Jadi alasan yang kedua BI sebagai Bank sentral satu-satunya di Indonesia ingin melayani masyarakat yang membutuhkan. Alat pembayaran uang cash kita siapkan, yang masih melakukan pembayaran berbasis kartu kita siapkan, ada anak-anak yang milenial yang memerlukan alat pembayaran digital yang sah kita keluarkan digital rupiah,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya dengan melakukan digitalisasi mata uang, Indonesia akan lebih bisa memperluas kerja sama dengan pihak internasional, sehingga akan tercipta sebuah inklusi ekonomi keuangan yang lebih baik lagi ke depannya.

“Jadi alasannya adalah karena ini memang agar kita tetap juga terus bisa melakukan kerja sama internasional. Nanti ke depannya ada konversinya, nilai tukarnya digital rupiah dengan digital dollar, digital euro, digital Malaysia ringgit, itulah yang kita terus kembangkan,” katanya.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak BI sebelum akhirnya nanti rupiah digital tersebut benar-benar beredar. Adapun tahap pertama adalah dengan meluncurkan white paper pengembangan rupiah digital Indonesia sebagai informasi awal kepada masyarakat.

Lanjutnya, kata Perry rupiah digital yang akan dikembangkan pada tahap awal memiliki dua jenis. Yakni rupiah digital jenis wholesaler (besar) yang kemudian akan diperluas ke sektor ritel (pengecer).

“Desain konsep yang akan kita kembangkan ada dua jenis. Di dalam digital currency itu ada wholesaler ada distributor dan ada yang retailer. Banyak negara beda-beda, tapi Bank Indonesia akan mulai dulu dengan wholesale CBDC,” kata Perry.

Rupiah digital jenis wholesaler tersebut, kata Perry hanya bisa digunakan oleh pihak yang telah ditunjuk oleh BI baik itu dari sektor perbankan maupun non perbankan. Sementara jenis ritel bisa digunakan oleh masyarakat luas seperti layaknya uang kertas atau logam namun dalam bentuk digital.

“Para pemain besar baik perbankan maupun non bank yang giat di dalam pelayanan jasa sistem pembayaran akan kita pilih siapa yang layak menjadi distributor digital rupiah,” tuturnya.

Baca Juga  Wujud Kemandirian Pesantren Lewat Pengembangan Madu Kelulut di Ponpes Muinul Islam

Tanggapan Industri Layanan Sistem Keuangan

Rencana penerbitan rupiah digital ini disambut baik oleh kalangan industri, terutama industri yang berhubungan dengan sistem keuangan.

Santoso Liem dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia melihat bahwa perkembangan ekosistem pembayaran di Indonesia telah berkembang luar biasa dalam lima tahun terakhir meskipun pandemi COVID-19 melanda. Namun, ia menggarisbawahi bahwa akan ada berbagai tantangan dalam mengembangkan rupiah digital ini, termasuk mengubah kebiasaan masyarakat dari menggunakan uang rupiah fisik ke menggunakan rupiah digital, beserta infrastruktur pendukung yang lebih kuat.

“Ini menjadikan industri retail dan industri wholesale dikonsolidasikan. Ini menjadikan sesuatu yang luar biasa karena percepatan ini kita diapresiasi oleh negara-negara tetangga dalam beberapa pertemuan seperti G20 misalnya,” katanya.

“Kita melihat bagaimana mereka mengapresiasi di dalam masa pandemi Indoensia maju sangat cepat di dalam digitalisasi. Tentunya kami mengucapkan banyak terimakasih karena industri telah dirangkul oleh regulator untuk bersama-sama karena pada akhirnya masyarakat yang menikmati, dan akan tercipta ffisiensi, keunggulan dan kebanggaan,” ungkap Santoso.

Hal senada juga disampaikan oleh Budi Gandasoebrata dari Asosiasi Fintech Indonesia. Budi sangat mengapresiasi bahwa Bank Indonesia senantiasa merangkul industri dalam pengembangan rupiah digital ini ke depan yang mana tidak semua negara melakukan hal serupa.

Budi berpendapat sebuah digitalisasi akan melahirkan level playing field yang sama di semua kalangan masyarakat.

“Jadi tadi masyarakat yang ingin kita serve malah menjadi tidak relevan dengan adanya digital rupiah ini karena yang terjauh menjadi dekat, yang tertinggal jadi sama-sama terdepan. Jadi saya rasa dengan adanya kerja sama antara BI dengan industri dengan perbankan maupun nonperbankan, digitalisasi semakin terasa dengan adanya digital rupiah ini menjadi salah satu bentuk bagaimana sinergi antara regulator dan juga antara industri bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dia mengatakan, asosiasi Fintech akan bergandengan tangan dengan BI, asosiasi sistem pelayanan Indonesia antara perbankan dan nonperbankan, terkait hal tersebut. (voaindonesia)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bank Indonesia (BI) Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital rupiah digital

Berita Lainnya

Bank Indonesia

Pakar UNAIR Ungkap Potensi Rupiah Digital Sebagai Transformasi Sistem Keuangan

28 Mei 2024
Erwin Haryono

Penjelasan BI Soal QRIS Palsu di Masjid

11 April 2023

Siapkan 70 Titik, Bank Indonesia DIY Imbau Masyarakat Tukar Uang di Tempat Resmi

30 Maret 2023

BI Klaim Utang Indonesia Masih Sehat

15 Maret 2023

Sri Mulyani Jadi Bakal Calon Gubernur BI; Saya Fokus Kerjakan Tugas Saat Ini

1 Februari 2023

BI Kalbar Siapkan Uang Tunai Rp4,2 Trilyun Penuhi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2023

26 Desember 2022

Wujud Kemandirian Pesantren Lewat Pengembangan Madu Kelulut di Ponpes Muinul Islam

22 Desember 2022
Gubernur BI Perry Warjiyo

Bank Indonesia Luncurkan Design Uang Digital Rupiah

30 November 2022

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2023 Capai 5 Persen

30 November 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.