Jakarta (pilar.id) – Para pemuda Indonesia kembali mendapatkan prestasi di tingkat Internasional. Melalui 3 pemudi yang merupakan mahasiswi dari Universitas Indonesia yang berkompetisi di Kasus Bisnis Indonesia Chemical Engineering Challange (IChEC) 2022.
Mereka adalah mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Ketiganya adalah mahasiswa angkatan 2019, masing-masing adalah Cyntia Tan dari Teknik Industri, Angelique Lim dari Teknik Kimia, dan Crescencia Melissa dari Teknik Kimia.
Ketiganya bergabung dalam Tim Meliora dan mengembangkan inovasi sabun cair ramah lingkungan. Sabun ini menggunakan bahan dasar minyak kelapa. Inovasi inilah yang membawa ketiganya berhasil meraih juara kedua kompetisi Kasus Bisnis Indonesia Chemical Engineering Challange (IChEC) 2022.
“Tim kami memilih salah satu brand di bawah PT Paragon, yakni Wardah. Wardah dikenal sebagai brand kecantikan yang diminati oleh masyarakat Indonesia,” kata Ketua tim Meliora Crescencia dalam keterangannya, Selasa (10/5/2022).
Crescencia mengatakan produk sabun mandi cair yang mereka pilih adalah produksi dari Wardah. Produk tersebut kemudian mereka madifikasi sehingga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan infeksi dan diberi nama Coco Go!
Tim Meliora ikut ambil bagian pada kategori Kasus Bisnis, dengan mengusulkan produk yang dapat membantu perusahaan yang mereka pilih, untuk mengembangkan produk dan memasuki pangsa pasar untuk produk tertentu.
Anggota Tim Meliore, Cyntia Tan menjelaskan terkait keunggulan produk Coco Go, karena biasanya formula sabun mandi yang diproduksi oleh industri kecantikan pada umumnya menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan.
Sebut saja, kandungan Sodium Laureth Sulfate sebagai Surfactant yang dapat membuat iritasi pada kulit sensitif dan menurunkan 40 persen kandungan oksigen apabila limbah produk itu masuk ke dalam air.
Oleh karena itu, Tim Meliora membawa sebuah solusi untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pembuatan sabun mandi tersebut. Mereka mengganti penggunaan Surfactant tersebut dengan minyak kelapa. Penggantian bahan baku ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuatan sabun mandi.
Surfactants berbahan dasar minyak kelapa lebih ekonomis dibandingkan dengan produk yang biasa digunakan. Penggunaan minyak kelapa dapat mengurangi 87 persen ongkos produksi.
Selain itu, pengembangan sabun mandi cair yang berkelanjutan ini adalah kunci dari ekonomi sirkular PT Paragon.
Tak hanya dari bahan dasar yang lebih ramah lingkungan, Tim Meliora juga menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk produk Coco Go!
Namun, siklus hidup linier produk memiliki efek merugikan terhadap lingkungan. Sabun mandi cair menghasilkan pendapatan tertinggi pada industri perawatan tubuh. (fat)










