Tanjungpinang (pilar.id) – Terus mendorong pelaku UMKM lainnya memanfaatkan pinjaman modal guna membantu mengembangkan usahanya, dilakukan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad.
Dijelaskannya serapan pinjaman modal UMKM tanpa bunga di perbankan daerah, Bank Riau Kepri (BRK) sudah mencapai Rp10 miliar hingga semester I tahun 2022.
“Informasi dari dinas terkait, ada sekitar 500 lebih pelaku UMKM yang telah mengakses pinjaman lunak tersebut,” tegas Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Riau, Rabu (14/7/2022).
Sehingga diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah kondisi pandemi COVID-19.
Menurutnya, total pinjaman modal UMKM yang disiapkan BRK pada tahun 2022 sebesar Rp30 miliar.
Pelaku UMKM hanya perlu membayar dana pinjaman pokok, sementara bunganya ditanggung penuh Pemprov Kepri melalui kerja sama yang dibangun bersama BRK sejak tahun 2021.
“Tahun ini Pemprov Kepri menganggarkan sebesar Rp1,5 miliar untuk menanggung biaya bunga pinjaman pelaku UMKM di BRK,” tutur Ansar.
Iapun memastikan akan menambah porsi anggaran itu di APBD Perubahan 2022, apabila antusiasme pelaku UMKM dalam hal meminjam modal di BRK semakin bertambah.
Ditambahkannya sejauh ini animo pelaku UMKM meminjam modal di BRK masih rendah, salah satunya ditengarai persyaratan administrasi yang belum lengkap.
Diakuinya, mekanisme peminjaman modal di perbankan memang sedikit rumit, karena jika program ini gagal akan menjadi tanggung jawab pihak bank selaku pemberi pinjaman.
“Makanya, para pelaku UMKM harus segera melengkapi persyaratan pinjaman sesuai prosedur perbankan,” tutupnya. (din/Antara)










