Jakarta (pilar.id) – Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki hasil bumi terbaik di dunia. Namun, Kemendagri mendorong agar petani tetap bisa menjaga kualitas produknya.
“Kadang-kadang kita kalah di packaging dan kualitas,” kata La Ode, di Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Menurut La Ode, kepala daerah harus bisa memetakan potensi wilayahnya masing-masing. Sehingga, nanti akan mampu menciptakan produk unggulan. Sebab, setiap daerah memiliki karakter masing-masing yang tidak bisa disamaratakan dengan wilayah lain di Indonesia.
“Kamu itu harus ingat jatidiri, oh saya kabupaten ini, wilayah saya itu konturnya seperti ini, cocok nggak buat pertanian, cocok nggak buat perkebunan, cocok nggak buat perikanan. Ini yang harus dipahami betul-betul,” kata La Ode.
Sementara itu, pendiri dan ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didin S. Damanhuri mengatakan, pada umumnya kepala daerah memiliki latar belakang politisi. Sehingga seringkali daerah yang memiliki potensi kurang mendapat perhatian dalam segi pembangunan ekonomi.
“Kurang dari 10 persen, di mana kepala daerah dan jajarannya bisa membuat sebuah perencanaan ekonomi,” kata Didin.
Prof Didin mencontohkan, daerah Banyuwangi misalnya. Menurutnya, daerah tersebut memiliki potensi produk lokal yang luar biasa. Namun, pemerintah daerahnya juga mampu menciptakan sumber finansial.
“Bisa membangun bandara, dan ada festival tahunan. Ada kebangkitan ekonomi lokal,” kata dia. (ach/fat)










