Mojokerto (pilar.id) – Suasana semarak dan penuh semangat tampak di Lapas Kelas IIB Mojokerto, saat para petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti lomba tarik tambang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Jumat (08/08).
Kegiatan yang digelar di lapangan blok tahanan ini dipenuhi sorak-sorai penonton dan peserta. Sejak pagi, regu-regu peserta dari kalangan WBP hingga petugas lapas mulai mempersiapkan diri untuk bertanding. Tarik-menarik tali bukan hanya ajang adu kekuatan, tetapi juga simbol kekompakan, kerja sama, dan semangat persatuan di balik tembok penjara.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, mengatakan bahwa lomba tarik tambang ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana membangun nilai-nilai positif seperti sportivitas, solidaritas, dan saling menghormati.
“Dalam tarik tambang, kita belajar bahwa kemenangan hanya bisa dicapai jika semua saling bekerja sama. Begitu pula kehidupan di lapas, kebersamaan adalah kunci,” ungkap Rudi. “Tujuan utama lomba ini bukan mencari pemenang, tetapi merayakan kemerdekaan dengan semangat persatuan.”
Lomba ini dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya pertandingan antar-WBP dan antar-petugas. Meski berlangsung sengit, suasana tetap hangat, penuh tawa, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara petugas dan warga binaan. Di balik jeruji besi, semangat kemerdekaan masih menyala, mencerminkan bahwa nilai persatuan tidak mengenal batas ruang.
Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap peringatan HUT RI ke-80 ini dapat menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kekompakan harus terus dijaga, baik di dalam lingkungan pemasyarakatan maupun dalam kehidupan bermasyarakat setelah masa pidana usai. (tin)










