Makassar (pilar.id) – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD, menghimbau masyarakat untuk menggunakan rasionalitas dan hati nurani dalam menentukan pilihan pada Pemilihan Presiden 2024.
Dalam sambutannya saat makan malam di atas Kapal Pinisi bersama kader dari partai pengusung di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/1/2024), Mahfud MD menyatakan harapannya agar masyarakat tidak keliru dalam memilih pemimpin. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah rekam jejak pasangan calon presiden.
“Saudara sekalian sudah membaca berita tentang visi misi, tentang track record (rekam jejak). Lalu tanyakan ke hati nurani, siapa di antara calon-calon ini yang akan saudara pilih,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD didampingi oleh Ketua DPD PDIP Sulsel, Ridwan Andi Wittiri, Ketua DPD PPP Sulsel, Imam Fauzan, Ketua DPD Perindo Sulsel, Sanusi Ramadhan, Ketua TPD Ganjar-Mahfud Sulsel, Udin Shaputra Malik, dan Muhammad A.S. Hikam selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia periode 1999-2001.
Muhammad A.S. Hikam menyatakan keyakinannya bahwa Mahfud MD akan memberikan terobosan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi jika pasangan Ganjar-Mahfud terpilih dalam Pilpres 2024.
“Kita akan menyaksikan nanti begitu dilantik menjadi cawapres maka salah satu yang dilakukan beliau adalah melakukan terobosan dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Hikam menambahkan bahwa Mahfud MD telah menunjukkan konsistensinya dalam upaya pemberantasan korupsi sejak awal. Ia meyakinkan bahwa Mahfud MD tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak.
“Dia sejak awal menjadi orang yang sangat konsisten dalam pemberantasan korupsi, ini bukan omong-omong atau omon-omon,” kata Hikam.
Oleh karena itu, Hikam berharap masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Sulsel, tidak ragu untuk memilih pasangan Ganjar-Mahfud. Rencana kunjungan Mahfud pada Sabtu (13/1/2024) termasuk menghadiri acara Bedah Visi Misi Paslon GaMa di Universitas Hasanuddin serta pertemuan dan makan siang bersama pendukung Ganjar-Mahfud di Ropang. (usm/hdl)










