Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota Surabaya melanjutkan tahap II normalisasi Sungai Kalianak sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan mengembalikan fungsi aliran sungai. Program ini dilaksanakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Brantas pada Kamis (23/4/2026).
Penertiban bangunan di sepanjang bantaran sungai dilakukan di dua wilayah, yakni Kecamatan Asemrowo dan Krembangan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperlancar aliran air yang selama ini terhambat oleh bangunan liar.
Pembongkaran Dilakukan Bertahap dan Sesuai Prosedur
Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan setelah melalui tahapan administratif yang lengkap, mulai dari sosialisasi hingga pemberian surat peringatan bertingkat kepada warga.
Proses penertiban difokuskan di Jalan Genting Kalianak dan Jalan Bunga Rampai. Kegiatan telah memasuki hari kedua sejak dimulai awal pekan ini.
Selain penegakan aturan, petugas gabungan juga memastikan keamanan selama proses berlangsung, termasuk koordinasi dengan PLN dan PDAM untuk pemutusan sementara aliran listrik dan air.
Pendekatan Humanis dan Pendampingan Warga
Pemkot Surabaya menekankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pembongkaran. Petugas dari Satpol PP, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta Dinas Perumahan turut membantu warga memindahkan barang dan membongkar bangunan secara bertahap.
Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Surabaya Mudita Dhira Widaksa menyebut langkah ini bertujuan menjaga keselamatan sekaligus memastikan proses berjalan kondusif.
Bahkan, bantuan logistik diberikan kepada warga, termasuk pemindahan barang hingga ke luar kota sesuai permintaan.
Target Rampung dan Upaya Cegah Banjir
Pemkot Surabaya menargetkan proses normalisasi mencapai titik STA 1360 sesuai rencana teknis. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air, terutama saat musim hujan.
Dengan kombinasi penertiban, kolaborasi lintas instansi, serta pendekatan sosial kepada warga, normalisasi Sungai Kalianak menjadi bagian dari strategi jangka panjang penanganan banjir di Surabaya.
Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah kota dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kepentingan sosial masyarakat terdampak. (usm)










