Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Beda dengan Alergi, Ini Perbedaan, Gejala, dan Pencegahan Campak yang Perlu Diketahui

Beda dengan Alergi, Ini Perbedaan, Gejala, dan Pencegahan Campak yang Perlu Diketahui

Kesehatan Anggadia Muhammad28 Juni 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Penderita pada anak disarankan istirahat total di rumah dan menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. (foto: cottonbro studio, pexels)
Penderita pada anak disarankan istirahat total di rumah dan menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. (foto: cottonbro studio, pexels)

Gresik (pilar.id) – Penyakit campak dan alergi merupakan dua penyakit yang sering dijumpai oleh banyak orang. Meskipun keduanya dapat menyebabkan ruam pada kulit, ada perbedaan utama antara campak dan alergi yang perlu diketahui. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan gejala serta penyebab kedua kondisi ini.

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus campak, sementara alergi terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen tertentu. Ruam yang muncul pada campak dan alergi memiliki karakteristik dan pola yang berbeda. Berikut ini adalah perbedaan antara gejala campak dan alergi.

Gejala Campak

  • Ruam campak biasanya dimulai di wajah dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh termasuk tangan dan kaki.
  • Ruam campak muncul sebagai bintik-bintik merah yang bergabung dan membentuk bercak merah yang lebih besar.
  • Ruam campak sering disertai demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan gejala flu lainnya.
  • Campak dapat menyebabkan gejala lain seperti sakit tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

Gejala Alergi

  • Ruam alergi biasanya muncul sebagai bintik-bintik merah atau benjolan kecil yang terasa gatal pada kulit.
  • Ruam alergi dapat muncul di berbagai bagian tubuh, tergantung pada alergen yang memicu reaksi alergi.
  • Ruam alergi sering disertai gejala alergi lainnya seperti bersin, hidung berair, gatal-gatal di mata atau hidung, dan sesak napas.
  • Alergi dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti makanan, obat-obatan, serbuk sari, bulu hewan, atau bahan kimia tertentu.
Baca Juga  Delapan Daerah di Jatim Alami Peningkatan Campak, Gubernur Imbau Anak-anak Dilengkapi Vaksin MR

Penularan Campak

Menurut dr. Dinda Yuliasari, seorang Dokter Umum di RS Wates Husada Gresik, Jawa Timur, campak adalah jenis penyakit viral yang umum terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 1 hingga 10 tahun.

“Gejala campak dimulai dengan demam, pilek, mata merah, dan batuk kering. Beberapa hari kemudian, ruam merah akan muncul di seluruh tubuh dan terus menyebar selama beberapa hari ke depan,” jelas dr. Dinda, Selasa (27/6/2023).

Penyebab campak adalah virus yang menyebar melalui tetesan air liur saat seseorang dengan campak bersin atau batuk. Virus tersebut kemudian masuk ke saluran pernapasan dan mulai berkembang biak. Masa inkubasi campak bisa berlangsung selama 10-12 hari sebelum gejala muncul.

Vaksinasi MMR

“Pencegahan campak dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi MMR (measles, mumps, dan rubella) pada anak-anak,” tambah dr. Dinda Yuliasari.

Vaksin MMR diberikan pada usia 9-12 bulan dan diulang saat anak berusia 15-18 bulan. Vaksinasi ini sangat penting karena selain mencegah campak, juga mampu mencegah penyakit lain seperti gondongan dan rubella. Vaksin MMR merupakan vaksin wajib yang harus diberikan oleh orang tua kepada anak mereka.

Penanganan campak dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita, menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta memberikan obat penurun demam dan obat batuk kering jika diperlukan.

“Penderita campak juga perlu beristirahat dan menghindari aktivitas berat selama masa penyembuhan,” imbuh dr. Dinda Yuliasari.

Baca Juga  Gejala Awal Penyakit Kusta yang Wajib Diketahui, Apa Saja?

Jika seseorang diduga terinfeksi campak, segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Dengan adanya vaksin MMR yang efektif, diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus campak di masa depan.

Dalam merawat dan mencegah penyakit alergi, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat sesuai dengan jenis alergi yang dialami. (ang/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
campak dr Dinda Yuliasari vaksinasi campak

Berita Lainnya

Delapan Daerah di Jatim Alami Peningkatan Campak, Gubernur Imbau Anak-anak Dilengkapi Vaksin MR

23 Januari 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.