Jakarta (pilar.id) – Ruang pertemuan di Hotel Peninsula Jakarta menjadi saksi kehebohan saat puluhan anggota Forum Alumni Keluarga (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertemu Ganjar Pranowo.
Kehadiran Ganjar di acara tersebut langsung disambut dengan histeria dan tepuk tangan meriah oleh para anggota IMM yang merupakan alumni. Mereka bersorak kegirangan dan berdesakan untuk bersalaman serta berfoto bersama mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut.
Beberapa peserta dengan antusias menyatakan rasa kebanggaan atas kedatangan Ganjar. Mereka berharap untuk berfoto bersamanya, sambil berkelakar, “Selamat datang, Pak Ganjar. Saya adalah bocahmu, Pak. Ayo, foto dulu Pak, selagi Anda belum menjadi presiden.”
Namun, yang menarik perhatian adalah reaksi sejumlah remaja putri yang hadir. Mereka dengan lantang meminta Ganjar untuk menyampaikan salam kepada putra semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar.
“Sampaikan salam kepada Mas Alam, Pak. Pastikan Bapak menyampaikannya,” seru beberapa remaja putri tersebut.
Selain sambutan antusias, Ganjar juga mendapat kejutan berupa kue ulang tahun. Para alumni IMM ternyata telah merencanakan perayaan ulang tahun khusus untuk Ganjar. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan penuh semangat untuk Ganjar.
“Kami merayakan Hari Sumpah Pemuda hari ini, dan lebih spesial karena ini juga ulang tahun Mas Ganjar. Selamat ulang tahun, semoga selalu diberkati, sehat, dan impian-impian Anda terwujud,” kata Ketua Fokal IMM, Ma’mun Murod.
Ganjar tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-55, ia memotong kue dan membagikannya kepada beberapa tokoh Muhammadiyah yang hadir dalam acara tersebut.
“Dengan tulus, saya mengucapkan terima kasih. Saya merasa sangat terhormat,” kata Ganjar.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar memberikan pidato singkat tentang peran penting pemuda, khususnya yang tergabung dalam Muhammadiyah. Sejarah menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
“Gagasan-gagasan luar biasa Muhammadiyah, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, telah memberikan dampak positif yang besar bagi Indonesia. Ini menjadi prioritas negara karena faktor kesehatan dan pendidikan adalah kunci untuk menghadapi bonus demografi,” kata Ganjar.
Menurutnya, Muhammadiyah telah memimpin dalam bidang kesehatan dan pendidikan, yang menjadi poin penting dalam rencana pembangunan Indonesia. “Kemandirian dan kualitas pelayanan kesehatan serta pendidikan adalah hal yang harus kita pelajari dari Muhammadiyah. Jika kita ingin mengoptimalkan bonus demografi, generasi muda kita harus sehat dan menerima pendidikan terbaik,” tegasnya.
Ganjar menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 sangat jelas. Muhammadiyah telah lama membuktikan peran pentingnya dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan pendidikan bangsa.
“Saya sangat menghormati Muhammadiyah dan mari kita bersama-sama meneruskan perjuangan ini,” ungkapnya. (rio/ted)









