Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota Surabaya memutuskan untuk tidak menggelar perayaan malam tahun baru di Balai Kota. Agenda pergantian tahun yang biasanya diwarnai kegiatan meriah tersebut akan digantikan dengan doa bersama dan kegiatan sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai wujud keprihatinan atas kondisi saudara-saudara di Sumatera yang hingga kini masih menghadapi dampak bencana. Menurutnya, malam pergantian tahun akan diisi dengan pengajian dan doa bersama bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya.
Eri Cahyadi menyampaikan bahwa bencana yang melanda Aceh dan beberapa daerah di Sumatera telah menyebabkan lumpuhnya sejumlah infrastruktur dan terputusnya jalur transportasi. Kondisi tersebut dinilai masih menghambat proses pemulihan hingga saat ini, sehingga membutuhkan dukungan moril dan kepedulian dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga Surabaya.
Sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri Cahyadi juga mengajak warga Surabaya untuk ikut mendoakan masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia mengingatkan agar perayaan malam tahun baru tidak dilakukan secara berlebihan dan lebih mengedepankan kesederhanaan serta solidaritas sosial.
Selain doa, masyarakat juga didorong untuk menyalurkan bantuan dan donasi bagi para korban bencana di Sumatera. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian antar sesama warga negara.
Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa imbauan ini tidak bersifat larangan total. Kegiatan perayaan tahun baru di lingkungan keluarga maupun tempat usaha seperti hotel tetap diperbolehkan dengan ketentuan tertentu. Aturan teknis terkait hal tersebut akan disampaikan secara resmi melalui surat edaran.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa empati dan kebersamaan, sekaligus menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang refleksi dan kepedulian sosial bagi seluruh warga Surabaya. (rio)










