Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Malas Berinovasi Penyebab Pemda Tidak Mandiri Secara Fiskal

Malas Berinovasi Penyebab Pemda Tidak Mandiri Secara Fiskal

Peristiwa Ahmad Zulfikar7 Januari 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Muhammad Tito Karnavian
Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri

Jakarta (pilar.id) – Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengamini harapan Mendagri Tito Karnavian. Menurut dia, masih banyak daerah-daerah yang ketergantungan terhadap anggaran pemerintah pusat, khususnya daerah pemekaran baru.

Kata dia, pemda merasa setiap tahun mendapatkan anggaran atau dana transfer dari pusat, baik berbentuk dana alokasi umum, dana bagi hasil, dan dana lainnya. Hal itu membuat pemda pada akhirnya malas berinovasi untuk mendapatkan pendapatan asli daerah.

Sudah malas berinovasi, Bhima juga memandang, pemda juga terkesan melakukan pemborosan anggaran pada pos-pos belanja yang harusnya bisa dikurangi. Pemda menganggarkan belanja birokrasi dan pegawai sangat tinggi, yakni mencapai 30-40 persen dari total anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Belajar dari hal itu, sebenarnya sudah terdapat solusi dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Hubungan antara Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Dalam UU itu, pemda diminta untuk melakukan semacam penyesuaian terhadap penerimaan asli daerah, lebih kreatif mencari penerimaan.

Bahkan, terdapat salah satu fasilitas bagi pemda untuk membuat bagian penerimaan pajak yang lebih agresif di wilayahnya dan bisa memberikan insentif-insentif untuk menarik investasi atau menarik dunia usaha.

“Jadi, kalau daerah masih bergantung terus di era otonomi ini kepada pemerintah pusat, maka daerah juga akan kehilangan daya inovasinya dan kreativitasnya untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Bhima, Jumat (7/1/2022).

Baca Juga  Menjaga Kearifan Lokal Bali Agar tak Tergerus Modernisasi

Dengan adanya APBD, seharusnya pemda bisa mendorong munculnya inovasi atau model bisnis baru di daerah. Nanti daerah yang berkembang itu, pastinya akan memiliki peningkatan pendapatan asli daerah. Logika tersebut, menurut Bhima yang harus dimiliki pemda.

Faktanya, inovasi-inovasi daerah masih sangat minim terlihat. Salah satu alasan terbesarnya, sebagian dari kepala daerah terlalu terlena dengan dana transfer dari pusat. Akhirnya, pemda tidak memiliki kepekaan untuk menarik investasi baru, mendorong UMKM agar naik kelas, mendorong pelaku usaha ekspor atau memanfaatkan digitalisasi.

Oleh sebab itu, dia berharap dan meminta agar pola-pola pemda yang hanya menengadahkan tangan ke pusat, bisa ditinggalkan. “Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah daerah, tetapi karena sudah bergantung, ya sudah, tinggal tunggu transfer saja dari pusat,” bebernya.

Kendati demikian, tidak semua daerah tidak memiliki inovasi untuk menghasilkan pendapatan, beberapa kepala daerah masih mempunyai gebrakan dan memiliki cara-cara untuk menarik investasi dengan berbagai cara.

“Dengan demikian, dalam jangka waktu yang akan datang, ketergantungan terhadap pendanaan dari pusat bisa berkurang secara bertahap. Itu penting,” tegasnya. (her)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

CELIOS Kemandirian Fiskal Pemda Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian

Berita Lainnya

Ilustrasi Kota Jakarta (foto: Tom Fisk, unsplash)

Jakarta: Dari DKI Bakal Jadi DKJ, Apa Bedanya?

19 Maret 2024

Mendagri Ajak Pemda Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilisasi Harga Komoditas

16 Oktober 2023

Mendagri: Pemda jadi Garda Terdepan Optimalkan Stok Beras dan Pengendalian Inflasi

16 Oktober 2023
Mendagri Muhammad Tito Karnavian

Mendagri Minta 9 Penjabat Gubernur yang Baru Dilantik untuk Bersikap Netral

5 September 2023

Mendagri Tekankan Pentingnya Pemda Perhatikan Kenaikan Harga Beras

4 September 2023
Muhammad Tito Karnavian

Bukan Pemisahan Wilayah, Mendagri: Tujuan Otonomi Daerah adalah Kemandirian Fiskal

30 April 2023
Muhammad Tito Karnavian

Perppu Pemilu Disahkan Menjadi Undang-undang

6 April 2023

Mendagri Ungkap 5 Pemda Terbaik dalam Layanan Informasi Bencana di Indonesia

3 Maret 2023

Resmikan Gedung Perpustakaan IPDN, Kemendagri: Tersedia Buku Digital Gratis dari Universitas Luar Negeri

11 Januari 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.