Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Hari ini Dalam Sejarah, Robert Koch Temukan Bakteri Penyebab TBC

Hari ini Dalam Sejarah, Robert Koch Temukan Bakteri Penyebab TBC

Peristiwa Hendro D. Laksono24 Maret 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Robert Koch
Robert Koch (sumber: Wikimedia)

Jakarta (pilar.id) – Sejarah itu dimulai. Spekulasi tentang TBC (tuberkulosis), menemui titik awal. Tanggal 24 Maret 1882, seorang ilmuwan Jerman bernama Robert Koch mengumumkan penemuan bakteri yang menyebabkan penyakit TBC di hadapan para koleganya di Berlin.

Penemuan ini, tentu saja membuka jalan bagi diagnosis dan pengobatan untuk penyakit yang telah menewaskan jutaan orang di seluruh dunia.

TBC, selama ini dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat mematikan. Keberadaannya seolah mengiringi sejarah panjang manusia, bahkan sejak zaman prasejarah. Hal ini diyakini saat bukti tertua adanya TBC ditemukan pada bangkai bison yang berasal dari 17 ribu tahun lalu.

Catatan lain menyebutkan, phthisis berasal dari bahasa Yunani yang artinya konsumsi, merupakan nama kuno untuk TBC paru. Pada zaman kuno, orang percaya bahwa phthisis adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan hampir selalu berakibat fatal.

Pada abad ke-17 hingga ke-19, wabah TBC melanda Eropa dan Amerika Utara dan menyebabkan kematian satu dari tujuh orang. Pada saat itu, masyarakat menganggap TBC sebagai penyakit keturunan atau akibat kutukan.

Lalu tahun 1882, Robert Koch berhasil menemukan bakteri penyebab TBC dan membuktikan bahwa penyakit ini bersifat menular. Temuan ini merupakan terobosan besar dalam bidang kedokteran dan membuat Dr Koch mendapatkan Nobel pada tahun 1905.

Dokter di Medan Perang

Robert Koch, setelah penemuan itu, dianggap sebagai pendiri bakteriologi modern. Ia terkenal karena berhasil mengidentifikasi penyebab penyakit menular seperti tuberkulosis, kolera, dan antraks.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Nonaktifkan NIK dan BPJS Pasien TBC yang Mangkir Berobat

Ia juga mengembangkan postulat Koch, yaitu kriteria untuk membuktikan hubungan antara mikroorganisme dan penyakit tertentu. Atas jasanya dalam bidang kedokteran, ia mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1905.

Robert Koch lahir pada tahun 1843 di Clausthal, Jerman. Ia tertarik dengan ilmu alam sejak kecil dan belajar kedokteran di Universitas Göttingen.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai dokter di berbagai tempat, termasuk di medan perang Prancis-Prusia. Ia mulai meneliti tentang antraks saat bekerja sebagai petugas kesehatan masyarakat di Wollstein, Polandia. Di sana ia menemukan bahwa antraks disebabkan oleh bakteri yang dapat bertahan dalam bentuk spora di tanah.

Robert Koch kemudian pindah ke Berlin dan bergabung dengan Institut Kesehatan Imperial, yang sekarang dinamai Institut Robert Koch untuk menghormatinya.

Di sana ia melanjutkan penelitiannya tentang mikrobiologi dan menemukan penyebab tuberkulosis pada tahun 1882. Penemuan ini menimbulkan harapan besar bagi pengobatan penyakit tersebut, meskipun belum ada obat yang efektif saat itu.

Pada tahun 1883, Robert Koch pergi ke Mesir dan India untuk meneliti tentang kolera. Ia berhasil mengisolasi bakteri Vibrio cholerae dari usus penderita kolera dan membuktikan bahwa bakteri ini adalah penyebab penyakit tersebut. Ia juga mengembangkan metode untuk memurnikan dan menumbuhkan bakteri di laboratorium menggunakan media agar-agar.

Robert Koch meninggal pada tahun 1910 di Baden-Baden, Jerman karena serangan jantung. Ia meninggalkan warisan berharga bagi dunia kedokteran dan kesehatan masyarakat dengan penelitiannya yang revolusioner tentang mikrobiologi.

Baca Juga  TBC di Indonesia Mencapai 824 Kasus

Untuk mengenang jasanya dalam memerangi TBC, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi lainnya. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Fakta TBC hari ini dalam sejarah Sejarah Sejarah TBC TBC

Berita Lainnya

Dracula (1992), film horor yang diadaptasi dari buku Bram Stoker

Hari Ini dalam Sejarah: Lahirnya Bram Stoker, Penulis Dracula yang Mengubah Dunia Sastra Horor

8 November 2025
Bitcoin Pizza Day

Bitcoin Pizza Day: Simbol Awal Revolusi Kripto yang Kini Menjadi Aset Strategis Global

22 Mei 2025
Ilustrasi pelaksanaan vaksinasi di Indonesia

UGM Dukung Uji Klinis Vaksin TBC M72: Epidemiolog Tegaskan Bukan Kelinci Percobaan

20 Mei 2025
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan penjelasan di depan awak media

Singgung Pengembangan Vaksin TBC, Menkes: Indonesia bukan Kelinci Percobaan!

9 Mei 2025
Ilustrasi vaksin

Indonesia Rekrut 2.095 Partisipan untuk Uji Klinik Global Vaksin TBC M72

9 Mei 2025
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

Pemkot Surabaya Nonaktifkan NIK dan BPJS Pasien TBC yang Mangkir Berobat

28 April 2025
Ilustrasi pengguna internet lewat laptop (foto: Vlada Karpovich, pexels)

Hari ini Dalam Sejarah, Tim Berners-Lee Merilis Berkas-Berkas Tentang World Wide Web

6 Agustus 2024
Albert Einstein (dok pilar.id)

5 Ilmuwan Legendaris yang Mengubah Dunia, Dari Einstein hingga Tesla

18 Februari 2024
Helm yang digunakan tentara Rusia saat Perang Dunia ke-2. Helm ini konon ditemukan di kawasan diduga terjadinya Pertempuran Stalingrad. Helm ini disimpan di Australian Armour and Artillery Museum, Cairns (foto: David Clode, unsplash)

Hari ini Dalam Sejarah, Pertempuran Stalingrad Dimulai

23 Agustus 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.